Marco Rubio mundur dari bursa capres AS, laju Trump makin pasti
Merdeka.com - Senator Amerika Serikat, Marco Rubio, mundur dari bursa pencalonan presiden. Kandidat yang cukup populer di kalangan pemillih Partai Republik ini memutuskan mengakhiri perjuangannya karena kalah telak dalam pemilihan di Florida, kampung halamannya, tadi malam. Rubio tak sanggup melampaui popularitas kandidat lain, Donald Trump, yang memenangi belasan negara bagian.
Vox melaporkan, Rabu (16/3), kekalahan di Florida ini, selain memalukan bagi Rubio sebagai warga asli sana, namun juga merugikan dari sisi perolehan suara. Ada aturan dukungan delegasi yang diperlukan agar seseorang bisa menjadi capres sebuah partai di AS. Sedangkan Florida menyediakan 99 delegasi, jumlah yang sangat besar dan berhasil direbut Trump.
Rubio mengakui pola kampanyenya tak setajam Trump. Pengusaha kasino dan properti itu, menurut Rubio, berhasil meraih dukungan massa karena menyasar isu-isu populer, seperti ketakutan pada Islam, kebencian pada imigran, serta kemarahan pada pemerintah.
"Seharusnya kita menyadari momen (naiknya Trump) akan terjadi. Lihatlah, orang-orang memang sedang marah dan banyak yang frustrasi," kata Rubio dalam pidato pengunduran dirinya.
Walau terpaksa mundur, Rubio secara tidak langsung berjanji menolak mendukung Trump. Dia mengatakan gagasan beberapa kandidat sangat berbahaya bagi Partai Republik serta AS secara keseluruhan.
"Partai ini seharusnya dibangun dari prinsip-prinsip dan ide, bukan kemarahan, bukan sekadar mengincar rasa frustrasi masyarakat," tandasnya.
Rubio adalah politikus berdarah Kuba. Senator 41 tahun ini awalnya dianggap capres potensial. Namun meroketnya Trump merusak segala prediksi awal.
Ketika mentor politiknya, Jeb Bush, mundur beberapa pekan lalu, dukungan bagi Rubio sempat meningkat. Dia disebut kandidat potensial untuk menjegal Trump. Namun kini terbukti warga AS lebih mencintai kandidat kontroversial dibanding Rubio. Dari pemilihan internal Partai Republik, kini tinggal tersisa Trump, Senator Ted Cruz, serta Gubernur John Kasich yang selama ini memerintah Negara Bagian Ohio.
Pengamat politik memperkirakan Kasich akan mendapat momentum, karena politikus Republik yang moderat bakal mengalihkan dukungan bagi sang gubernur, dibanding memberi suara untku Trump atau Cruz yang kerap disebut 'Kristen garis keras'. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya