March For Our Lives: Gerakan menolak senjata api di Amerika
Merdeka.com - Ratusan ribu orang turun ke jalan di seluruh Amerika Serikat meminta kontrol senjata yang lebih ketat. Gerakan March For Our Lives muncul setelah penembakan yang menewaskan 17 siswa dan guru di Parkland, Florida, bulan lalu.
Seorang siswa, yang juga korban selamat, Emma Gonzalez memberikan pidato pada acara utama di Washington. Usai menyebutkan nama-nama korban, dia terdiam di atas panggung selama enam menit.
Peserta gerakan March For Our Lives melebihi harapan, awalnya diperkirakan akan ada sekitar 500.000 orang yang hadir dalam aksi ini. Namun beberapa jam setelah pawai berakhir, penyelenggara mengatakan kepada NBC News bahwa perkiraan jumlah kerumunan adalah 800.000 orang, seperti dikutip dari Independent, Senin (26/2).
Senator Chris Van Hollen telah memprediksi membludaknya peserta protes melebihi waktu pelantikan Presiden Trump.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya