Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Presiden Sebut Intel Pakistan Manfaatkan Kelompok Teroris untuk Serang India

Mantan Presiden Sebut Intel Pakistan Manfaatkan Kelompok Teroris untuk Serang India Pervez Musharraf. huffingtonpost.com

Merdeka.com - Mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf dalam wawancara dengan kantor berita Hum News dua hari lalu mengatakan di masa pemerintahannya intelijen Pakistan secara aktif memakai kelompok teroris Jaish-e-Muhammad untuk melancarkan serangan kepada India.

Dilansir dari laman Global News, Jumat (8/3), meski begitu Musharraf, 75 tahun, kini mengatakan dia mendukung pemerintah menindak kelompok teroris di Pakistan.

Menurut Musharraf, Pakistan memanfaatkan Jaish-e-Muhammad bahkan setelah kelompok itu dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh PBB dan Amerika Serikat pada 2001.

Musharraf menuturkan kelompok itu kemudian memusuhinya setelah Pakistan menjadi sekutu AS dalam perang melawan teror. Dia mengaku militan Jaesh-e-Muhammad pernah dua kali mencoba membunuhnya pada 2003 setelah dia mengerahkan pasukan Pakistan untuk memerangi Al Qaidah dan Taliban.

Musharraf kini tinggal di pengasingan di Uni Emirat Arab. Dia didakwa berkhianat kepada negara.

Kelompok Jaish-e-Muhammad menjadi pemicu ketegangan teranyar antara India-Pakistan setelah 14 Februari mereka melancarkan serangan bom bunuh diri ke konvoi kendaraan pasukan paramiliter India di Kashmir. Sedikitnya 42 orang paramiliter India tewas dalam serangan itu.

Sepekan kemudian India melancarkan serangan udara ke kamp pelatihan Jaesh-e-Muhammad di Kashmir yang masuk wilayah Pakistan. Beberapa hari kemudian Angkatan Udara India dan Pakistan terlibat pertempuran udara hingga menyebabkan satu jet India ditembak jatuh dan pilotnya ditangkap.

India menuding Pakistan melindungi kelompok teroris Jaesh-e-Muhammad dan kelompok serupa lainnya. Tudingan ini sudah dibantah oleh Pakistan.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP