Malaysia jangan berspekulasi dalam penyelidikan kematian Jong-nam
Merdeka.com - Kementerian Luar Negeri melalui Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal menyerukan kepada Malaysia agar fokus pada penyelidikan kematian Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.
Dalam kejadian itu sudah ada empat orang ditangkap dan sedang diselidiki, dua perempuan dan dua laki-laki. Salah satunya adalah warga negara Indonesia dengan nama Siti Aisyah (SA). Kedua wanita itu dikatakan menyerang Jong-nam dengan menyemprotkan cairan ke wajah korban.
"Mereka harusnya fokus kepada penyidikan dan tidak perlu menyampaikan informasi-informasi yang hanya akan memperluas spekulasi," ujar Iqbal dalam keterangannya kepada merdeka.com, Kamis (23/2).
Iqbal melanjutkan, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan pengacara yang akan memberikan kekonsuleran buat Siti hingga saat ini belum diberi akses menemuinya. Selain itu Kemlu juga menyesalkan pihak kepolisian Malaysia yang malah menyampaikan ke media atas temuan fakta baru terkait SA, bukannya ke pengacara.
"Kami belum dapat akses. Karena itu harapan kami kalau ada fakta hukum baru tentang SA harusnya polisi Malaysia sampaikan kepada pengacara yang kami tunjuk, bukan ke media. Ini kan proses hukum," kata Iqbal.
Inspektur Jenderal Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar kemarin dalam rilis hasil investigasinya menyatakan dua wanita yang terlibat dalam penyerangan itu tahu cairan yang disemprotkan itu beracun. Kedua tersangka bahkan diperintahkan untuk mencuci tangan setelah melakukan serangan.
"Kami mengharapkan mereka benar fokus ke penyidikan, mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta hukum, dan sejauh yang terkait dengan SA, menginformasikannya pada kesempatan pertama kepada pengacara sebelum menyampaikannya kepada publik," tutur Iqbal.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya