Malaysia balas cekal pejabat dan seluruh diplomat Korea Utara
Merdeka.com - Malaysia rupanya geram atas tindakan Korea Utara (Korut) yang melarang warganya meninggalkan negara tersebut. Kebijakan itu langsung dibalas oleh Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi langsung dengan melarang seluruh pejabat dan staf kedutaan Korut meninggalkan Malaysia.
"Kementerian Dalam Negeri telah memutuskan, efektif saat ini juga, di mana tidak satupun staf atau pejabat kedutaan (Korut) bisa meninggalkan negara ini. Tindakan ini berlaku efektif di seluruh pintu keluar imigrasi seluruh negara," ujar Hamidi, seperti dilansir The Star, Selasa (7/2).
Namun demikian, larangan bepergian hanya berlaku bagi seluruh staf diplomatik, sedangkan warga Korut yang masih berada di Malaysia masih dibolehkan meninggalkan negara itu. Saat itu juga, polisi langsung mengepung dan melakukan pengawasan penuh terhadap Kedubes Korut di Kuala Lumpur.
"Kami tidak ingin melakukannya, tapi harus dilakukan," ucapnya singkat.
Sebelumnya, Korut melarang sejumlah warga Malaysia untuk meninggalkan negara komunis tersebut. Mereka menyebut kebijakan itu diambil untuk memastikan keamanan bagi para diplomat dan warga mereka pasca-pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri penguasa Korut, Kim Jong-un.
Dilansir The Guardian, Selasa (7/3), tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas sikap keras Malaysia yang mengusir Duta Besar Korut Kang Chol. Pengusiran dilakukan karena negeri Jiran itu kesal dengan ucapan Chol yang dinilai dapat mengganggu proses penyelidikan.
Lembaga berita KCNA menyebut Kementerian Luar Negeri Korut telah menyampaikan penjelasan terkait tindakan mereka itu, mereka juga berharap penyelesaian kasus pembunuhan Jong-nam selesai dengan cepat dan jujur untuk memperbaiki hubungan bilateral kedua negara.
Korut telah menyatakan Duta Besar Malaysia Muhamad Nizam Muhamad sebagai persona nongrata dan meminta dia meninggalkan negara itu dalam waktu 48 jam sejak pukul 10.00 kemarin. Langkah ini muncul setelah Malaysia lebih dulu mengusir Kang Chol Sabtu (11/3) malam lalu.
Hubungan kedua negara ini memburuk setelah kakak tiri penguasa Korut, Kim Jong-nam, tewas diracun saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (13/2) lalu. Dubes Korut Kang Chol yang menuduh kepolisian Malaysia memanipulasi kematian Jong-nam sebagai pembunuhan.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya