Makin santer perang Sunni-Syiah di Suriah

Reporter : Ardini Maharani | Senin, 17 Juni 2013 09:12




Makin santer perang Sunni-Syiah di Suriah
Hizbullah. pulsemedia.org

Merdeka.com - Pemilu Iran berlalu dan pusat mata sejagat kembali beralih ke Suriah. Negeri dilanda perang saudara itu semakin ramai dengan masuknya pelbagai kekuatan. Barat dan timur terpecah mendukung salah satu pihak. Gerbang konflik dunia diramalkan datang dari negeri dipimpin Presiden Basyar al-Assad ini.

Tak sampai 24 jam setelah Hasan Rouhani terpilih, Iran dilaporkan mengirim 4.000 orang anggota Garda Revolusi ke Suriah demi mendukung Assad dan berperang melawan pemberontak, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (17/6).

Sumber terdekat militer di republik Islam itu mengatakan setengah dari mereka ditempatkan di Bukit Golan menghadang pasukan Israel dan perang ini memiliki pergeseran isu menjadi perang Islam Sunni dan Syiah. Muslim saling membunuh tanpa rasa persaudaraan dan keyakinan pada satu Tuhan.

Syiah, disebut-sebut sebagai Islam melenceng sebab tidak mengakui sahabat Nabi Muhammad yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan usman bin Affan sebagai pengganti saat Rasul mangkat. Bahkan beberapa literatur di pelbagai situs gemar mengupas habis aliran agama disebutkan Syiah tidak menempatkan syahadat dalam rukun Islam.

Duta besar Iran untuk Indonesia Mahmud Farazandeh membantah hal itu. Menurutnya Syiah itu Islam dan setiap orang punya keleluasaan menterjemahkan Al-Quran. "Kami bersyahadat Tauhid dan Rasul. Mengakui keesaan Allah dan Muhammad sebagai utusannya. Itulah dasar Islam. Jadi apa yang perlu diributkan?" ujar Farazandeh saat bertandang ke markas merdeka.com beberapa waktu lalu.

Menjadi wajar jika pihak barat memandang Islam agama barbar bisa membunuh bahkan sesama muslim. Iran, Rusia, dan Hizbullah menyatakan pergi ke Suriah lantaran ingin membantu Assad mempertahankan kepemimpinan yang sah tanpa campur tangan barat.

Sementara pemberontak disokong oleh Amerika Serikat, negara-negara di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan sebentar lagi Mesir bisa jadi bakal bergabung di sisi oposisi. Ini perang tidak bisa diterangkan strategi dan akhirnya.

Konflik awalnya mengacu pada sistem pemerintahan Assad kini berkembang menjadi perang Syiah dan Sunni. Itulah sifat manusia, mencari celah dan kesalahan orang lain tanpa bisa mencari kesalahannya sendiri. Semua berawal dari turunnya Hizbullah ke Suriah dengan kekuatan penuh, disambut peringatan keras dari ulama Sunni di Libanon. "Hizbullah Syiah telah mengirimkan wakilnya membantai rakyat Suriah Sunni. Kita harus jihad," ujar ulama tidak diketahui namanya itu seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya (5/11/2012). Semua ini lantaran Assad penganut Shiite, salah satu unsur Syiah, sementara banyak pemberontak berkeyakinan Sunni.

Gara-gara Suriah pula konflik Sunni-Syiah memanas di Libanon. Secara kebetulan Sunni mendominasi oposisi Suriah. Ini pun ikut merebak ke wilayah lain. Bahkan Ikhwanul Muslimin Mesir dominasi Sunni ikut-ikutan kesal dengan Syiah dan mengakibatkan Presiden Muhammad Mursi memutuskan hubungan diplomatik dengan negara itu.

Padahal di masa lalu Suriah dan Mesir menjadi satu kesatuan dalam membombardir Israel. Kini seperti tak saling kenal, apalagi Mesir punya angkatan bersenjata kuat lantaran sokongan dari Amerika Serikat. "Islam tidak sadar tengah dipecah," ujar Farazandeh.

Ucapan Farazandeh bisa dipertimbangkan lantaran aliran Syiah dan Sunni sudah ada sejak dulu dan tak secuil pun menjadi alasan menyerang satu sama lain. Persaingan memang ada tapi bukan pertumpahan darah.

Iran dan Hizbullah menyangkal tudingan membantu Assad sebab Syiah. Para ulama Syiah pun berujar sama, tak ketinggalan pemimpin tertinggi Negeri Mullah Ayatullah Ruhallah Khamenei. Menurut dia semua terjadi di Suriah merupakan konflik mendukung barat atau pemerintahan Suriah. "ISiapapun menghembuskan itu perang Syiah-Sunni dia picik," Khamenei berseru.

[din]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Tempat hiburan malam di Surabaya banyak tak miliki izin
  • 30 Pemudik tewas selama arus mudik Lebaran di Medan
  • Tiga PSK masih operasi di tempat pijat plus Gang Dolly
  • Pasca-ditutup, karaoke liar marak di Gang Dolly
  • Penembak jitu Israel ngaku bunuh 13 bocah Palestina di Instagram
  • Taman Tablo Jakarta Utara jadi tempat mangkal & transaksi PSK
  • 5 Seleb Hollywood ini pernah berinteraksi langsung dengan hantu
  • 6 Vendor mobile yang gunakan material tak lazim untuk produknya
  • Hari kedua lebaran, imam besar China tewas ditikam
  • Lebaran, Tika Bravani ditinggal ibunda menghadap sang Illahi
  • SHOW MORE