Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahathir Mohamad keluar dari Partai UMNO

Mahathir Mohamad keluar dari Partai UMNO Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad. ©2015 REUTERS/Olivia Harris

Merdeka.com - Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri paling lama menjabat di Malaysia, sekaligus tokoh senior Barisan Nasional (UMNO), menyatakan keluar dari keanggotaan partai yang dibesarkannya itu. Dia mengatakan partai UMNO kini sepenuhnya dikuasai kroni-kroni Perdana Menteri Najib Razak. Mahathir beberapa waktu terakhir secara terbuka selalu mengkritik Najib karena dugaan skandal korupsi.

"Saya tidak akan menyebut partai ini UMNO, lebih pantas disebut partai Najib. Saya malu menjadi bagian dari partai yang memiliki citra mendukung korupsi," kata Mahathir dalam jumpa pers di Kuala Lumpur, Senin (29/9), seperti dilansir Channel News Asia.

Politikus yang bersahabat erat dengan mantan Presiden Soeharto ini mengaku mundur dari keanggotaan UMNO adalah wujud protes terbaik. Dia membantah bila tindakannya dipicu ketidakpuasan karena sang putra - Mukhriz Mahathir - gagal menjadi petinggi Barisan Nasional.

"Saya merasa malu atas semua yang menimpa UMNO. Setidaknya, yang bisa saya lakukan sekarang adalah keluar dari partai," tandasnya.

Mahathir berjanji tidak akan membentuk partai tandingan atau bergabung dengan kalangan oposisi. Namun, dia akan bersikap netral, atau bahkan terus mengkritik UMNO, selama belum terjadi perubahan.

Pada Januari lalu, Jaksa Agung Malaysia, Mohamed Apandi Ali, menyatakan Perdana Menteri Najib Razak bebas dari dakwaan korupsi. Dana senilai USD 620 juta (setara Rp 8,42 triliun) yang masuk ke rekening pribadi Najib tiga tahun lalu, disebut sebagai donasi politik pribadi anggota Kerajaan Arab Saudi.

Tahun lalu, ketika kritik pada Najib sangat gencar, Jaksa Agung Apandi diangkat untuk menggantikan jaksa agung sebelumnya yang dicopot karena menyelidiki kasus ini. Apandi dinilai memiliki hubungan erat dengan partai penguasa sehingga menimbulkan kecurigaan dalam kejujuran kasus yang menyeret nama PM Najib. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP