Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahathir bantah tuduhan jadi dalang skandal yang seret PM Najib

Mahathir bantah tuduhan jadi dalang skandal yang seret PM Najib Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad. ©2013 Merdeka.com/Faisal Assegaf

Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, membantah tudingan bahwa dia terlibat rekayasa data aliran dana korupsi ke rekening pribadi Najib Razak. Politikus senior yang kini berusia 90 tahun itu diserang sejawatnya karena dianggap memasok data korupsi 1 Malaysia Berhad (1MDB) ke kantor berita the Wall Street Journal.

Dalam wawancara khusus dengan BBC hari ini, Rabu (8/7), dia balik menyerang juniornya yang kini menjadi perdana menteri itu. Bagi Mahathir, Najib tinggal membuktikan bahwa tidak ada dua kali transfer mencurigakan pada Maret 2013.

"Sebetulnya sangat mudah bagi (Najib) bila tidak ingin dianggap bersalah. Dia tinggal berkata silakan periksa rekening pribadi saya," kata Mahathir.

Pemerintah Malaysia kalang kabut melihat citra perdana menterinya hancur sepekan terakhir. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Seri Zahrain Mohamed Hasim sampai menggelar pertemuan khusus dengan wartawan di Jakarta untuk menjelaskan bahwa Mahathir adalah otak di balik skandal yang menyeret Najib.

"Melanjutkan apa yang disampaikan PM Najib yang tertuang dalam Facebook pribadinya, beliau mengatakan bila 'serangan' ini bermula ketika saya menolak mengabulkan keinginan pribadi Tun Mahathir yang sifatnya mencederai hak rakyat Malaysia," kata Zahrain.

Menjawab tuduhan yang juga disebar Najib di jejaring sosial tersebut, Mahathir menegaskan tak punya kenalan dengan redaksi the Wall Street Journal. "Saya tidak berkomplot dengan media asing mana pun " ungkapnya.

Mahathir kembali balik menyerang Najib, sebagai sosok yang sejak awal merusak manajemen 1MDB yang bergerak di bidang penanaman modal. Najib, disebut sobat Soeharto ini, terlalu berambisi mengejar bunga tinggi serta tidak membeli barang sesuai harga pasar.

"Ini menunjukkan ketidakmampuan Najib mengelola bisnis," tutur Mahathir.

polisi malaysia geledah kantor 1mdb

Bersamaan dengan wawancara Mahathir itu, pagi tadi waktu setempat, Kepolisian Malaysia menggeledah kantor pusat 1MDB di Kuala Lumpur. Wartawan tidak diizinkan mengambil gambar proses pemeriksaan, termasuk dokumen-dokumen yang diangkut aparat.

Manajemen BUMN Malaysia bermasalah itu mengaku siap bekerja sama dengan Kepolisian. "Kami akan menyediakan dokumen maupun materi apapun yang dibutuhkan oleh satuan tugas khusus," seperti dikutip dari keterangan tertulis 1MDB.

Skandal di Malaysia memanas setelah kantor berita the Wall Street Journal mengaku mendapatkan bocoran dokumen penyidikan yang valid. Uang setara Rp 9,3 triliun ditransfer sebuah bank swasta di Singapura, ke rekening pribadi Najib di AmBank.

Aliran dana dipecah dalam dua kali transfer. Dana ini diklaim untuk kepentingan CSR ke rekening Najib, muncul pada Maret 2013 alias menjelang Malaysia menggelar pemilihan umum.

Akibat pemberitaan itu, Najib menunjuk kuasa hukum untuk menggugat redaksi Wall Street Journal. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP