Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luhut: Lobi perusahaan 10 sandera WNI dan Abu Sayyaf mendekati final

Luhut: Lobi perusahaan 10 sandera WNI dan Abu Sayyaf mendekati final Menkopolhukam Luhut binsar Panjaitan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib 10 anak buah kapal warga Indonesia yang disandera militan Abu Sayyaf asal selatan Filipina tak kunjung jelas. Belum usai situasi genting itu, 4 ABK WNI lainnya pekan lalu kembali menjadi sandera perompak dari kelompok yang sama.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan meminta publik tenang. Dia mengatakan bila pemerintah terus memonitor kondisi semua sandera. Dia pun mengatakan untuk 10 WNI yang disandera lebih dulu, negosiasi mulai menunjukkan titik terang.

"Abu Sayyaf masih kami monitor yang 10 orang itu oleh perusahaan masih dilakukan finalisasi kita tunggu saja hasilnya. Kondisi mereka masih baik diketahui lewat pembicaraan telepon kemarin," ungkap Menko Luhut seusai mengisi kuliah umum di Universitas Indonesia, Rabu (20/4).

Menyinggung terkait 4 WNI yang belum lama disandera perompak, Menko Luhut mengatakan masih melihat apa unsur perbuatan tersebut. Belum tentu pelakunya juga Abu Sayyaf.

"Masih kita lihat apakah ini ada kaitan politik atau masalah tebusan, apakah Abu Sayyaf atau perompak. Kita juga belum tahu, masih kita dalami," paparnya.

Keluarga sandera mendukung pemerintah mengedepankan negosiasi. Salah satunya adalah Mansyur Halide (53), orang tua dari Wawan Saputra (22), salah satu korban penculikan kelompok Abu Sayyaf.

"Kami berharap tidak dengan cara agresi militer," ujar Mansyur saat ditemui di rumahnya, Kecamatan Manggala, Makassar.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP