Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Luhut: Konsultan Singapura teman saya, tak terlibat kunjungan Jokowi

Luhut: Konsultan Singapura teman saya, tak terlibat kunjungan Jokowi Menko Polhukam Luhut Panjaitan. ©2015 merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Isu pengusaha Singapura menyewa jasa pelobi untuk mengatur pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Barack Hussein Obama akhir Oktober lalu, dibantah Menkopolhukam Luhut Panjaitan. Dia mengakui kenal sosok Derwin Perreira, pemilik lembaga konsultan Singapura Pereira Internasional PTE LTD.

Namun Luhut mengaku tak tahu menahu soal kebenaran dokumen di arsip fara.gov, bahwa Pereira Internasional PTE LTD membayar USD 80 ribu kepada perusahaan pelobi R & R Partners, Inc di Las Vegas, Amerika Serikat, untuk membantu Presiden Jokowi bertemu dengan Obama.

"Enggak ah, saya temenan sama dia. Semuanya juga saya berteman," kata Luhut saat ditemui selepas menghadiri menghadiri Pengarahan Kepala Daerah di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (9/11).

Dia pun mengaku tahu sepak terjang R&R Partners, tapi membantah keterlibatan mereka dalam lawatan kenegaraan bulan lalu. Industri lobi, menurut Luhut, bergerak secara legal di AS untuk menghubungkan pihak-pihak berkepentingan pada pejabat eksekutif maupun anggota kongres.

"Itu lobbies firm. Dia di mana mana kok, enggak ada yang aneh."

Mantan Dubes Singapura ini kesal pada tudingan akademisi Australia Michael Buehler lewat artikel di situs New Mandala, yang mengesankan lawatan Jokowi tidak bisa terlaksana tanpa dukungan pelobi. Menkopolhukam menegaskan isu adanya makelar yang menghubungkan RI-1 dengan presiden AS mendiskreditkan pemerintah.

"Itu bukan makelar, jangan kamu rendahkan bangsa ini dengan hal-hal semacam itu. Ini bangsa besar," cetusnya.

jokowi temui obama di gedung putih

Senada dengan bantahan Kementerian Luar Negeri, Luhut memastikan Jokowi datang ke Negeri Paman Sam atas undangan pribadi Obama di sela-sela KTT APEC 2014 di Beijing. Jika awal tahun ini dia terkesan lebih banyak mengurus lawatan RI-1 dibanding Kemenlu, alasannya Luhut saat itu masih menjabat sebagai Kepala Staf Presiden.

"Saya ke (AS) untuk menyampaikan surat presiden. Ya terkait macam macam, terkait juga menjawab permintaan presiden Obama ke presiden Jokowi untuk berkunjung," ungkapnya.

Luhut sudah menyampaikan rencana lawatan Jokowi ke AS saat menghadiri acara Center for Strategic and International Studies di Washington D.C, pada 9 Desember 2014.

Sebelumnya, lewat konferensi pers Kementerian Luar Negeri membantah pernah mengeluarkan anggaran untuk mendanai jasa pelobi.

Kemlu sekaligus menyangkal tuduhan Muehler yang menyatakan ada perselisihan antara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan pada saat persiapan lawatan Jokowi ke AS bulan lalu.

"Kementerian Luar Negeri menyesalkan bahwa seorang akademisi yang terhormat dapat menyampaikan suatu pernyataan yang tidak benar."

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP