Lima Warga Filipina Selatan Terjebak Reruntuhan Setelah Gempa 6,9 Magnitudo
Merdeka.com - Tim SAR Filipina terus melakukan upaya pencarian korban selamat pada Senin (16/12) di bangunan tiga lantai di Filipina Selatan yang runtuh akibat gempa yang menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.
Pejabat kebencanaan mengatakan lima orang diyakini terjebak dalam reruntuhan bangunan di sebuah pusat perbelanjaan dan perdagangan di Padada, sebuah kota di Pulau Minadano yang berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat gempa pada Minggu.
Tim penyelamat menggunakan gergaji dan alat pencitraan termal dalam proses pencarian korban selamat tapi disebutkan kecil kemungkinan ada korban yang masih hidup. Demikian dilansir dari Aljazeera, Senin (16/12).
Biro Perlindungan Kebakaran mengatakan enam orang telah diselamatkan dari bangunan tersebut sejak gempa 6,9 magnitudo mengguncang.
Bocah Enam Tahun Tewas
Seorang bocah perempuan berumur enam tahun tewas saat tembok rumahnya roboh saat gempa mengguncang, gempa kelima yang mengguncang wilayah tersebut sejak Oktober. Tim penyelamat juga menemukan jasad dua perempuan pada malam hari saat terjadi beberapa gempa susulan.
Sejauh ini 31 orang dilaporkan terluka, kata pejabat informasi wilayah, Francis Irag.
Empat kota kecil dan satu kota dekat titik gempa bumi masih dilanda mati lampu pada Minggu, dan sekolah ditutup di sejumlah wilayah untuk dilakukan pemeriksaan bangunan.
Wilayah Davao telah diguncang sejumlah gempa bumi dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan banyak orang meninggal dan terluka termasuk kerusakan bangunan seperti rumah, hotel, mal, dan rumah sakit.
Kepulauan Filipina terletak di atas "Cincin Api" Pasifik, lingkaran di sekitar Samudra Pasifik di mana sebagian besar gempa bumi dunia terjadi.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya