Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lima negara paling sukses pindahkan ibu kota

Lima negara paling sukses pindahkan ibu kota Pemandangan malam Moskow. ©2014 Merdeka.com/thisrc.com

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia pernah menyorongkan wacana pemindahan ibu kota. Dari zaman Presiden Soekarno, Soeharto, hingga Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa kota pernah disebut sebagai alternatif ibu kota selain Jakarta.

Pada zaman Bung Karno di era 1950-an, Kota Palangka Raya di Kalimantan Tengah disebut-sebut bakal jadi ibu kota pengganti Jakarta. Wacana pemindahan itu muncul saat Soekarno meresmikan Palangka Raya sebagai Ibu Kota Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 1957.

Bung Karno memilih Palangka Raya karena secara geografis posisi kota ini tepat berada di tengah Indonesia. Selain itu, Palangka Raya juga tidak berada pada daerah tektonik, sehingga kondisi ini relatif aman dari bencana alam gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Pada era Presiden Soeharto, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor pernah diwacanakan sebagai lokasi alternatif ibu kota. Ratusan hektar lahan di kawasan ini pernah dibebaskan oleh sejumlah pengembang. Salah satunya PT Bukit Jonggol Asri (BJA) yang saham mayoritasnya milik Bambang Trihatmodjo, putra mantan Presiden Soeharto.

Perusahaan itu mengalokasikan lahan sedikitnya 30 ribu Ha yang terbentang dari Kecamatan Citeureup sampai Kabupaten Cianjur. Sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur akan disulap menjadi kota metropolitan.

Namun entah kenapa rencana itu terhenti.

Berbeda dengan Indonesia yang masih dalam tataran wacana, sejumlah negara sudah lebih dulu memindahkan ibu kota. Negara mana sajakah itu? Ikuti ulasannya berikut ini seperti dilansir dari koran the Telegraph.

Rusia

lima negara paling sukses pindahkan ibu kotaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sejak abad ke-14 hingga 1712, Moskow menjadi ibu kota dari Kerajaan Rusia. Setelah itu ibu kota Negara Beruang Merah itu dipindahkan ke St. Petersburg agar lebih dekat ke Eropa. Namun pada 1918 setelah Perang Dunia Pertama, Moskow kembali jadi Ibu Kota Rusia.Data 2010 menunjukkan ada 11,5 juta warga tinggal di Moskow. Kota dengan luas 2.511 kilometer persegi ini menjadi pusat pemerintahan, politik, ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan Rusia.

India

lima negara paling sukses pindahkan ibu kotaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Kota Kalkutta di sebelah timur India menjadi ibu kota India saat masih dikuasai Inggris hingga 1911. Pemerintah Inggris kemudian memindahkan ibu kota itu ke kota sebelah utara yakni Delhi untuk menjalankan administrasi pemerintahan yang lebih baik.Akhirnya New Delhi dinyatakan sebagai ibu kota India pada 1947 saat proklamasi kemerdekaan.Kota metropolitan seluas 1.484 kilometer persegi ini dihuni sekitar 11 juta jiwa.

Brasil

lima negara paling sukses pindahkan ibu kotaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Karena terlalu padat, ibu kota Brasil akhirnya dipindahkan dari Rio de Janeiro ke Brasilia pada 1961.Ibu kota baru yang memang sudah disiapkan itu berkembang pesat dan dinilai sukses serta menjadi contoh bagi negara lain yang ingin memindahkan ibu kota.Tahun lalu ada sekitar 2,85 juta penduduk di kota ini. Brasilia menjadi kota keempat terpadat di Brasil.

Nigeria

lima negara paling sukses pindahkan ibu kotaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Negara di wilayah tengah Benua Afrika ini akhirnya memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja pada 1991. Alasannya, Lagos sudah terlalu padat oleh penduduk.Abuja juga dipilih karena kota ini dinilai lebih netral di tengah banyaknya etnis dan kelompok agama di Nigeria. Kota ini juga mempunyai cuaca tropis yang lebih bersahabat.Data populasi pada 2012 menyebutkan ada 979 ribu penduduk di kota seluas 713 kilometer persegi ini.

Mesir

lima negara paling sukses pindahkan ibu kotaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pemerintah Mesir mengumumkan rencana pembangunan ibu kota baru. Rencananya, pusat pemerintahan baru ini akan didirikan di sebelah timur Ibu Kota saat ini, Kairo. Kota yang belum diberi nama itu akan berada persis di tepi Laut Merah.BBC melaporkan, Senin (16/3), Kairo kini dianggap terlalu padat. Jumlah penduduk mencapai 18 juta jiwa. Alhasil, kemacetan, kemiskinan, dan penataan ruang publik sudah mustahil dilakukan.Menteri Perumahan Mesir Mustafa Madbouly mengatakan dana yang dianggarkan untuk membangun ibu kota baru ini mencapai USD 45 miliar (setara Rp 594 triliun). Dia menyatakan pemerintahan Negeri Piramida memang tidak mau setengah-setengah memindahkan ibu kota."Gagasan membangun ibu kota baru ini berdasarkan proyeksi bahwa populasi Kairo akan meningkat dua kali lipat 40 tahun lagi," ujarnya dalam seminar di Sharm el-Sheikh akhir pekan lalu.Selain memindahkan seluruh gedung kementerian dan kedutaan negara-negara sahabat, Mesir harus membangun bandar udara internasional baru dekat ibu kota ini. Di sisi lain, Madbouly menyatakan kota yang belum diberi nama ini akan mendapat pasokan energi dari papan tenaga surya.Untuk akomodasi, dibangun pula 40 ribu kamar hotel, 2.000 sekolah, dan 18 rumah sakit. Total jalan raya yang dibutuhkan untuk mendukung transportasi umum mencapai 9.656 kilometer. Ibu Kota baru ini bisa menampung 5 juta penduduk.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP