Lewati Soeharto, Mugabe mau pimpin Zimbabwe sampai usia 100
Merdeka.com - Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, mengaku tidak ingin pensiun dari posisinya. Dia tahun ini sudah berusia 92. Sejak 1987, ketua umum Partai Zanu PF yang sangat berkuasa itu sudah memimpin negara miskin di Benua Afrika tersebut.
Selepas ulang tahunnya pekan lalu mengundang kritik karena digelar mewah di kawasan miskin, Mugabe kemarin diwawancarai oleh ZBC TV. Dia ditanya mengenai siapa sosok calon presiden penggantinya.
Mugabe, dengan nada tinggi, mengaku heran mendangar pertanyaan tersebut. "Kenapa semua orang meributkan penerus. Saya masih hidup. Untuk apa mencari presiden penerus. Saya tidak pernah bilang periode ini adalah yang terakhir sebelum pensiun. Yang dulu saya bilang, saya menjabat untuk periode sekarang," urai Mugabe, seperti dilansir International Business Times, Sabtu (5/3).
Tanpa malu-malu, Mugabe yakin bisa memimpin Zimbabwe sampai usia 100 tahun. Masa jabatan Mugabe sebagai presiden periode ini berakhir 2018 mendatang. Sedangkan dua tahun lalu, dia telah diberi mandat partai menjadi capres kembali dalam pemilu mendatang. Mugabe telah dinobatkan Lembaga Rekor Guinness sebagai presiden tertua sejagat.
"Saya ingin mencapai usia 100 tahun. Tinggal delapan tahun lagi," tuturnya.
Dia mengelak saat ditanya apakah sang istri, Grace Mugabe (50), berpeluang menggantikannya setelah beberapa tahun ini dipercaya memimpin sayap organisasi perempuan Partai Zanu PF.
Hitungan 29 tahun berkuasa sebagai presiden menjadi patokan karena posisi itu dikuasai Mugabe mulai 1987, selepas perang saudara. Namun, secara de facto, politikus gaek yang sempat memimpin Gerakan Non-Blok ini sebetulnya sudah memerintah sejak 1980. Saat itu statusnya adalah Perdana Menteri. Artinya, sosok Robert Mugabe telah berkuasa 36 tahun, jauh lebih lama dibanding Rezim Soeharto di Indonesia.
Mugabe dua tahun lalu memecat orang kepercayaannya, Joice Majuru, karena merasa akan digulingkan. Sejak itu, rakyat Zimbabwe mulai kasak-kusuk membicarakan siapa pengganti sang presiden nyaris abadi tersebut. Apalagi Majuru kemudian membentuk partai perlawanan ZPF yang cepat meraih simpati rakyat. Rakyat Zimbabwe sekarang sering menebak-nebak kapan Mugabe akan mati.
Zimbabwe adalah negara kaya tambang, dengan cadangan berlian nomor delapan dunia. Namun semua anugerah alam itu dikelola sangat buruk oleh Mugabe selama dua dekade terakhir. Kemiskinan merata di semua provinsi.
Hiperinflasi ribuan persen menimpa negara ini pada 2008. Mata uang negara di selatan Afrika itu sontak tak berharga lagi. Dilaporkan uang senilai 35 ribu triliun Dolar Zimbabwe cuma bisa dipakai membeli sepotong roti. Sekarang mata uang di negara itu adalah Dollar Amerika.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya