Lembaga amal di Jalur Gaza dituding menggelapkan dana bantuan asing
Merdeka.com - Lembaga World Vision yang bergerak untuk misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, dituding menggelapkan dana bantuan asing. Uang yang seharusnya untuk program sosial, dialirkan ke Hamas.
Dinas Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet) telah menahan Mohammad El Halabi selaku Ketua World Vision Cabang Palestina di kawasan Erez, atas tuduhan mendanai kegiatan terorisme. Pemerintah Negeri Zionis sampai sekarang masih menetapkan Hamas sebagai organisasi teroris walau secara de facto mengelola Jalur Gaza.
The Guardian melaporkan, Jumat (5/8), diperkirakan lebih dari USD 10 miliar dana bantuan mengalir ke Hamas selama beberapa tahun terakhir. Dana itu sebagian dipakai membangun terowongan militer, pembelian senjata, serta mengganji personel militer Hamas.
"Halabi menyalahgunakan posisinya sebagai ketua organisasi kemanusiaan untuk mendanai sayap militer Hamas," tulis pernyataan Shin Bet. Intel Negeri Bintang Daud mengklaim Halabi direkrut Hamas sejak 2004 untuk memasuki lembaga donor internasional, demi membiayai kegiatan mereka.
World Vision, organisasi yang didirikan oleh misionaris Kristen Amerika Serikat, menolak tudingan Shin Bet. Halabi disebut menjalankan tugas secara profesional serta tidak pernah berhubungan dengan organisasi politik saat menjalankan kegiatan amal membantu penduduk Gaza.
Halabi sampai sekarang masih belum dihubungi wartawan, karena ditahan di tempat rahasia oleh Shin Bet.
Akibat tudingan Shin Bet, pemerintah Australia dan Inggris untuk sementara memblokir setiap aliran dana ke World Vision. "Kami ingin kegiatan organisasi kemanusiaan itu diaudit hingga tuntas terlebih dulu," kata juru bicara Kementerian Luar negeri Australia. Negeri Kanguru mengirim dana bantuan mencapai USD 5 juta selama tiga tahun terakhir untuk rakyat Gaza melalui World Vision.
Ketua World Vision Australia, Tim Costello, mempersilakan pemerintah memeriksa pembukuan serta neraca penyaluran bantuan di Gaza. "Audit kegiatan kami dilakukan oleh lembaga kredibel PriceWaterhouseCopper, hasilnya bersih," ujarnya.
World Vision tidak hanya beraktivitas di Gaza. Organisasi ini memiliki anggaran tahunan USD 3 miliar, mempekerjakan lebih dari 46 ribu aktivis di seluruh dunia.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya