Lee Kuan Yew pernah sebut Australia 'negara sampah'
Merdeka.com - Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew yang kemarin wafat pada usia 91 tahun pernah mengatakan Australia dalam keadaan bahaya dan bisa menjadi negara sampah dari Asia.
Pernyataan Lee yang diucapkannya pada 1980 itu menyoroti meningkatnya angka pengangguran dan inflasi di Negeri Kanguru itu, seperti dilansir ABC News, Selasa (24/3).
"Pada waktu awal 1980-an itu kita belum bisa mengatasi dampak reformasi keuangan," kata James Cotton, profesor emeritus dari Universitas New South Wales.
Perdana Menteri Australia Bob Hawke pada 1987 mengatakan pernyataan Lee itu tidak berlebihan.
"Reformasi ala Hawke-Keating membuat perkembangan ekonomi Australia berubah, tapi dia (Lee) bisa melihat masalah itu," ujar Cotton.
Lee pernah mendapat gelar doktor honoris causa dari Univeristas Nasional Australia pada 2007.
Lee meninggal di Rumah Sakit Umum Singapura pukul 03.18 kemarin. Lee dilahirkan pada 1923 dan mendirikan Partai Aksi Rakyat pada 1954, untuk kemudian terpilih sebagai perdana menteri lima tahun berikutnya. Dia yang memimpin penggabungan Singapura dengan Malaysia pada 1963, dan saat melepaskan diri dari negara tersebut dua tahun setelahnya.
Lee meninggalkan dua orang putra Lee Hsien Loong dan Lee Hsien Yang, serta seorang putri bernama Lee Wei Ling.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya