Ledakan bom di istana kepresidenan Mesir, satu orang tewas
Merdeka.com - Sebuah bom kecil meledak di sekitar istana kepresidenan utama di Ibu Kota Kairo, Mesir, hari ini, menewaskan seorang kolonel polisi dan melukai tiga pembersih jalan. Ini dikatakan petugas polisi kepada Agence France-Presse.
Ledakan itu terjadi beberapa hari setelah sebuah kelompok militan Islam mengingatkan pihaknya telah menanam bom di dekat Istana Ittihadiya di timur Kairo dan mengklaim pihaknya tidak akan meledakkan bom itu untuk menghindari korban sipil, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (30/6).
Serangan itu terjadi di saat Mesir sedang mempersiapkan perayaan untuk menandai peringatan protes 30 Juni tahun lalu yang mengarah pada penggulingan Presiden Muhammad Mursi dari Ikhwanul Muslimin.
Ada kehadiran yang tinggi di Alun-Alun Tahrir di Kairo, di mana protes digelar pada tahun lalu menuntut "penarikan kepercayaan" terhadap Presiden Mursi.
Tahun lalu, sebuah kampanye memperlihatkan protes massal yang menyerukan Mursi mundur tepat 12 bulan setelah dia dilantik sebagai presiden. Kampanye itu, bernama Tamarod (yang dalam bahasa Arab berarti "pemberontakan"), menuduh Mursi telah mengancam rakyatnya sendiri dan menolak aturan Ikhwanul Muslimin.
Protes akhirnya menyebabkan Presiden Abdul Fattah al-Sisi, yang saat itu menjabat panglima militer, menggulingkan Mursi dan mengumumkan kepala Mahkamah Konstitusi Agung, Adli Mansur, sebagai pemimpin sementara Negeri Sungai Nil itu.
Ini telah menjadi tahun yang penuh gejolak bagi Mesir yang telah melihat konstitusi dan presiden baru. Al-Sisi mengundurkan diri dari militer dan menjadi kandidat dalam pemilihan presiden pada bulan lalu yang dia menangkan dalam raihan suara mutlak.
Dalam sebuah pernyataan kepada wartawan hari ini, Gubernur Kairo Dr Mustafa Jalal al-Said mengatakan bahwa pasukan keamanan akan menerapkan siaga tinggi sepanjang hari.
Terakhir kali kerumunan besar berkumpul di alun-alun itu terjadi selama perayaan pelantikan Al-Sisi sebagai presiden awal bulan ini. Namun perayaan itu harus ternoda akibat insiden kekerasan seksual terhadap seorang wanita yang dilakukan sekelompok pria di Alun-Alun Tahrir. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya