Lecehkan Puluhan Bocah Selama Beberapa Dekade, Pendeta Katolik Ditangkap di Filipina
Merdeka.com - Pihak berwenang Filipina menangkap seorang pendeta Katolik berusia 77 tahun asal Amerika Serikat pada Rabu (5/12). Diduga, pendeta tersebut telah melakukan pelecehan seksual kepada puluhan bocah laki-laki saat beribadah selama lebih dari tiga dekade di gereja di provinsi Biliran, bagian selatan Manila.
Para petugas dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS dan Biro Imigrasi Filipina menangkap Kenneth Hendricks di dalam Katedral Paroki Our Lady Rosary di Kota Naval, di Biliran.
"Dia tidak melawan saat dirangkap," kata Inspektur Senior Julius Coyme, direktur polisi provinsi setempat, sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Kamis (6/12).
Sebuah laporan dari biro imigrasi Filipina mengatakan Hendricks memiliki surat perintah penangkapan untuk laporan pelecehan seksual, yang diajukan di negara bagian Ohio, AS.
Isi surat perintah penangkapan itu menyebut Hendricks "terlibat dalam perilaku seksual terlarang di tempat-tempat asing", yang didasarkan pada laporan hukum oleh salah satu korbannya.
Investigasi selanjutnya menunjukkan bahwa Hendricks, yang telah tinggal di Naval selama 37 tahun, mungkin telah melakukan pelecehan seksual kepada sekitar 50 anak laki-laki lain, yang sebagian besar pernah menjadi asisten altar. Satu korban dikatakan baru berusia tujuh tahun.
Polisi mengatakan kepada outlet media The Philippine Daily Inquirer, bahwa pihaknya menerima setidaknya tujuh laporan "perilaku seksual tidak senonoh pada anak di bawah umur", yang diajukan terhadap Hendricks.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan di mana informasinya diperoleh dari Kementerian Keamanan Dalam Negeri Filipina, pihak berwenang meyakini bahwa ada lebih banyak korban Hendricks yang belum terungkap sampai kasus ini merebak.
Sumber: Liputan6 (mdk/ias)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya