Le Pen dan Macron bakal berduel di pemilu Prancis putaran kedua
Merdeka.com - Politikus sayap kanan Prancis Marine Le Pen akan berhadapan dengan mantan menteri ekonomi Prancis Emanuel Macron di pemilihan umum putaran kedua. Kedua kandidat ini meraih suara tertinggi dalam pemilu putaran pertama.
Dilansir dari Independent, Senin (24/2), Macron dengan perolehan suara sebesar 24 persen dan Le Pen 21,8 persen,berhasil mengalahkan Francois Fillon dan Jean-Luc Melenchon.
Sebanyak 11 calon ikut dalam pemilihan presiden Prancis tahun ini, dan kedua calon utama dijadwalkan berhadapan dalam babak berikutnya pada 7 Mei.
Usai hasil hitung cepat keluar, Le Pen menyampaikan terima kasihnya kepada para pendukungnya.
"Waktunya telah tiba untuk membebaskan warga Prancis. Isu utama dalam pemilihan ini adalah globalisasi yang merajalela, membuat negara kita menghadapi resiko besar," tutur calon presiden wanita itu.
Dia menyerukan kepada para pendukungnya untuk bergabung bersama dia, menciptakan 'persatuan nasional'. Dia menggambarkan duelnya dengan Macron sebagai pertempuran antara 'patriot' dengan 'deregulasi liar'.
Sementara itu, Macron yang berlatar belakang sebagai seorang ekonom, mendapat ucapan selamat dari Presiden Prancis Francois Hollande. Lewat telepon, Hollande menyemangatinya untuk maju ke putaran kedua.
Di markas pemenangan Macron, suasana gembira jelas terekam. Jika dia berhasil menang, politikus 39 tahun ini bakal jadi presiden Prancis termuda dalam sejarah.
"Ini pencapaian luar biasa karena dia (Macron) mewakili optimisme warga Prancis," seru jurnalis Christine Ockrent.
Francois Fillon mengakui kekalahannya di putaran pertama pemilu Prancis ini. Dia meminta masyarakat Prancis untuk berdiri di belakang Macron untuk mengalahkan Le Pen. Menurutnya, partai Front Nasional yang dipimpin Le Pen dikenal mendukung kekerasan dan intoleransi. (mdk/che)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya