Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Langgar Aturan Lockdown, Turis di India Dihukum Tulis Kata "Maaf" 500 Kali

Langgar Aturan Lockdown, Turis di India Dihukum Tulis Kata turis di india dihukum tulis kata maaf 500 kali. ©RwRishikesh/Twitter

Merdeka.com - Sebanyak 10 turis asing yang melanggar aturan lockdown di sebuah kota di India, dipaksa meminta maaf dengan menulis "Saya minta maaf" sebanyak 500 kali.

Lockdown nasional diberlakukan sejak akhir Maret. Penduduk hanya diizinkan keluar rumah untuk keperluan mendasar seperti belanja makanan dan obat.

Dilansir dari The Straits Times, Senin (13/4), turis yang berasal dari Israel, Meksiko, Australia, dan Austria itu, tertangkap tengah jalan-jalan di Rishikesh, di mana grup band The Beatles pernah tinggal di sebuah Ashram (tempat belajar spiritualitas) pada 1968.

Petugas polisi setempat, Vinod Sharma mengatakan masing-masing turis diminta menulis ungkapan, "Saya tidak mematuhi aturan lockdown jadi saya minta maaf" sebanyak 500 kali.

Lebih dari 700 turis asing dari Amerika Serikat, Australia, Meksiko, dan Israel tinggal di kawasan itu melanggar aturan lockdown, kata Sharma. Dia menambahkan, hukuman tak biasa itu bertujuan untuk memberikan mereka pelajaran.

Polisi mengatakan, mereka mengarahkan hotel di kawasan itu untuk mengizinkan tamu asing ke luar jika ditemani staf setempat. Sharma mengatakan, pihak yang tidak mematuhi aturan akan menghadapi sanksi hukum.

Polisi melakukan metode tak biasa untuk mendorong orang-orang tetap di rumah untuk menghentikan penyebaran virus corona, termasuk menggunakan helm berbentuk virus corona.

Namun beberapa anggota polisi di negara bagian lain juga terlihat di video yang beredar di media sosial memukul para sopir di pinggir jalan dan menghukum orang keluar rumah dengan menyuruhnya lompat katak.

Pada Minggu, polisi mengatakan menangkap sembilan orang yang melanggar lockdown setelah mereka menebas tangan seorang polisi di Distrik Patiala, negara bagian Punjab.

Kelompok itu dihentikan dalam sebuah kendaraan di sebuah pos pemeriksaan dan menolak perintah untuk berbalik arah, mereka kemudian ngebut dan menabrak barikade.

Selama bentrokan itu, salah satu orang mengeluarkan parang, menebas tangan seorang polisi. Enam petugas lain cedera dalam serangan itu, kata polisi.

Perdana Menteri India Narendra Modi diperkirakan akan memperpanjang lockdown nasional yang semula dijadwalkan berakhir pada Selasa, dua pekan ke depan. Beberapa negara bagian telah memperpanjang lockdown.

Pada Minggu, India telah mencatat lebih dari 8.300 kasus virus corona dan 273 kematian akibat penyakit ini.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP