Lagu Israel Jadi Soundtrack Pengunjuk Rasa Anti-Pemerintah di Iran
Merdeka.com - Lagu hasil kolaborasi antara penyanyi Israel bernama Liraz Charhi dan penyanyi-penyanyi asal Iran menjadi lagu pengiring gerakan unjuk rasa di Iran.
Charhi, artis yang juga dikenal bermain dalam seri televisi Israel berjudul ‘Tehran’, meluncurkan album bernama ‘Roya’ (fantasi di Persia). Menurut Channel 12, Charhi merekam album itu pada awal 2022 dengan 4 penyanyi asal Iran.
Rekaman album itu adalah pekerjaan yang berbahaya bagi penyanyi-penyanyi Iran. Alasannya, Israel telah dipandang sebagai musuh oleh Iran sejak revolusi Islam pada 1979. Seluruh kerja sama, seperti pembuatan musik dengan Israel adalah pelanggaran hukum di Iran.
Namun peraturan itu tidak dapat membungkam kolaborasi lagu yang dipicu kematian wanita Iran berumur 22 tahun bernama Mahsa Amini.
Dalam lagu tersebut, tertulis “sampai kapan kita akan berdiam, sampai kapan kita akan menundukkan kepala kita?”.
Ini bukan kali pertamanya Charhi berkolaborasi dengan penyanyi Iran. Sebelumnya dia pernah berkolaborasi dengan penyanyi Iran dan meluncurkan album bernama ‘Naz’. Setelah rilis pada 2018, album itu terkenal di kalangan penduduk Iran.
“Cepat sekali saya menerima video wanita menari di pesta bawah tanah dan melepas cadar mereka dan menari dengan lagu-lagu ini,” jelas Charhi, seperti dilansir The Times of Israel, Ahad (9/10).
Charhi mengungkap dia sering berkolaborasi dengan penyanyi asal Iran. Dia dan penyanyi-penyanyi Iran sering melakukan rekaman di Kota Istanbul, Turki.
Untuk menjaga keamanan, penyanyi-penyanyi asal Iran meminta agar wajahnya dikaburkan dan namanya tidak disebarkan.
“Saya menunggu seumur hidup saya untuk bertemu dengan teman dan keluarga asal Iran, fakta bahwa Anda tidak takut dan berani adalah… wow,” jelas Charhi berbicara dengan penyanyi asal Iran.
“Kami tahu jika Iran memiliki masalah dengan Israel… tapi jika hanya membuat musik, itu boleh,” jelas salah satu penyanyi Iran.
“Saya tahu ini berbahaya, tapi saya melakukan apa yang saya cintai,” lanjutnya.
Sebelumnya, Charhi pernah diminta oleh Festival Budaya Yahudi untuk tampil di Kota Krakow, Polandia bersama dengan penyanyi-penyanyi Iran. Dia dan penyanyi-penyanyi Iran setuju selama mereka tampil memakai topeng.
Namun salah satu penyanyi menggunakan jilbab berwarna emas dan menunjukkan rambutnya. Penyanyi itu akhirnya ketahuan sehingga dia dicoreng di Iran karena tampil bersama orang Israel.
Tetapi itu tidak menjatuhkan Charhi dan penyanyi-penyanyi Iran, melainkan mereka tetap bekerja sama hingga membentuk lagu yang menjadi pengiring gerakan unjuk rasa di Iran.
Charhi pun mendapat dukungan di media sosial.
“Terima kasih telah menjadi suara kami, saya tidak akan pernah dilupakan,” tulis salah satu pengguna Instagram.
“Saya suka lagu-lagu Anda dalam bahasa Persia dan berharap suatu hari Anda akan bernyanyi di Teheran yang indah,” tulis pendukung lainnya.
Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya