Kurang diberi makan, tentara India ngeluh di media sosial
Merdeka.com - Militer India memerintahkan tentaranya menghentikan keluhan mereka di media sosial setelah pekan lalu sejumlah anggota militer muncul dalam sebuah video mengatakan mereka kekurangan makanan dan fasilitas.
"Kalian juga bisa dihukum atas perbuatan itu," ujar Panglima tentara India Jenderal Bipin Rawat dalam pidatonya di Hari Tentara Nasional di Ibu Kota New Delhi dua hari lalu, seperti dilansir the Wall Street Journal.
Seorang pria bernama Tej Bahadur Yadav, anggota militer dari Pasukan Keamanan Perbatasan, awal bulan ini muncul dalam serangkaian video di media sosial Facebook yang mengeluhkan kurangnya makanan berkualitas bagi dia dan tentara lainnya.
"Terkadang kondisi makin parah sehingga kami harus tidur dengan perut kosong," kata Yadav dalam sebuah video. Dia menduga korupsi menjadi penyebab kurangnya fasilitas dan makanan bagi tentara India.
Sebuah video bahkan sudah diliat sebanyak sembilan juta kali di Facebook hanya sehari setelah diunggah.
Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh mengatakan kasus ini sedang diselidiki.
Dalam video lain tentara India juga mengatakan mereka menjadi korban eksploitasi para senior karena disuruh menyemir sepatu, mengajak anjing senior jalan-jalan, atau mencuci mobil para pejabat senior.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya