Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kunjungi Saudi, PM Inggris tolak berkerudung demi emansipasi wanita

Kunjungi Saudi, PM Inggris tolak berkerudung demi emansipasi wanita PM Theresa May di Arab Saudi. ©2017 The Telegraph

Merdeka.com - Pesawat yang membawa Perdana Menteri Inggris Theresa May sukses mendarat di Arab Saudi. Negeri Petro Dolar tersebut menjadi negara kedua di Timur Tengah yang disambangi politikus dari Partai Konservatif tersebut.

Dilansir the Independent, Selasa (4/4) kemarin, meski mendatangi negeri dengan aturan syariah ketat, namun May menolak untuk mengenakan kerudung di kepalanya. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas pakaian yang dikenakan para wanita di negara tersebut.

Setelah mendarat di ibu kota Riyadh, May akan menemui Putera Mahkota dan pejabat-pejabat lainnya tanpa kain yang menutupi kepalanya. Dia menyebut langkahnya tersebut sebagai upaya untuk mendukung wanita-wanita yang tertekan akibat aturan ketat di Saudi.

Tindakan May ini meneruskan jejak para tokoh lainnya, seperti Hillary Clinton dan Michelle Obama. Mereka menolak untuk mengikuti aturan di mana wanita wajib mengenakan kerudung.

"Sangat penting bagi saya sebagai pemimpin perempuan dan pemimpin pemerintahan Kerajaan Inggris untuk meningkatkan hubungan yang penting bagi kami sebagai negara, untuk keamanan kami dan perdagangan kami di masa depan. Tetapi saya juga berharap orang melihat saya sebagai pemimpin perempuan, akan melihat perempuan bisa melakukan sesuatu dan bagaimana perempuan bisa berada di posisi tinggi," katanya di Bandara Amman sesaat sebelum lepas landas ke Riyadh.

Saudi merupakan negara konservatif yang mengatur penggunaan pakaian di ranah publik, di mana para wanita wajib mengenakan jubah panjang dan menutupi rambut mereka, serta mempertahankan hukum terbatas lainnya termasuk sistem pengawasan yang membatasi gerakan wanita dan larangan untuk mengemudi. Meski demikian, tamu-tamu asing tidak selalu menjalani protokol tersebut.

"Dalam sebuah pertemuan yang akan saya jalankan ketika berada di Saudi akan bersama dengan wanita, mereka memiliki menteri wanita. Saya akan bertemu dengannya dan membicarakan peran yang dia lakukan, dan secara umum kami mendorong orang untuk melihat peran perempuan di masyarakat."

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP