Kubu Islam moderat dilaporkan unggul dalam pemilu Iran
Merdeka.com - Para politikus yang dekat dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, diprediksi memenangkan pemilu dengan meraih mayoritas kursi di parlemen serta Dewan Majelis Para Ahli (Majles-e Khobregan). Dari pemantauan hitung cepat, kelompok moderat bakal menguasai pemerintahan Republik Islam Iran, menyusul hubungan yang membaik dengan negara-negara Barat berkat kesepakatan nuklir tahun lalu.
Salah satu indikasi kemenangan politikus reformis dalam pemilu yang dihelat Minggu (28/2) adalah suksesnya kubu pro-Rouhani meraih 79 kursi di parlemen. Tak berapa lama, Komisi Pemilihan Umum Iran mengumumkan bahwa politikus reformis Hashemi Rafsanjani berhasil menjadi salah satu majelis para ahli. Rafsanjani selama ini diasingkan dari kancah politik karena sering mengkritik Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Rouhani di saat bersamaan juga terpilih dalam Dewan Majelis.
Kelompok independen, yang diyakini bakal berkoalisi dengan kubu Rouhani, meraih 44 kursi. Adapun kelompok Islam garis keras yang loyal pada Khamenei diprediksi meraup 106 dari total 290 kursi legislatif yang diperebutkan.
Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Senin (29/2), Presiden Rouhani mengucapkan terima kasih pada rakyat yang memihak agenda reformasi. "Rakyat telah menunjukkan kekuatannya sekali lagi, memberi kredibilitas dan kekuatan pada pemerintahan yang terpilih selama ini," kata Rouhani dalam pidato tadi malam.

Pemilu akhir pekan lalu itu sangat penting bagi masa depan Iran. Sebagai negara yang lama memusuhi Barat, serta tak akur dengan negeri-negeri Timur Tengah lainnya, Iran mengalami resesi ekonomi sulit. Status mayoritas di parlemen artinya memberi peluang para politikus reformis membentuk pemerintahan. Sedangkan masuknya sosok-sosok progresif dalam Majelis Para Ahli akan menentukan pengganti Khamenei, seandainya sang ayatullah itu meninggal kelak.
Kelompok Syiah garis keras selama setahun rutin menekan Presiden Rouhani terkait kesepakatan yang dibuat Iran dengan negara-negara Barat. Ayatullah Khamenei berulang kali menyebut kesepakatan ini melemahkan Iran.
Namun, pandangan Khamenei tak lagi didengar oleh mayoritas warga Iran. Dari 80 juta penduduk, 30 persen adalah anak muda yang selama ini mengalami kesulitan hidup karena ekonomi bekas Kerajaan Persia itu sangat buruk akibat sanksi Barat.
Rouhani, yang menggantikan Mahmoud Ahmadinejad sejak 2013, membawa banyak perubahan bagi Negeri Para Mullah. Rouhani memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat maupun Prancis. Penjajakan investasi dengan Rusia serta China turut dilakukan selama dua tahun terakhir, supaya industri kembali berkembang di Iran.
Hasil resmi pemilihan Iran baru diumumkan pada Selasa (2/3) mendatang. Dewan Ahli akan menjabat selama delapan tahun, sedangkan anggota parlemen yang terpilih tahun ini akan bertugas hingga 2020. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya