Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kuasai Kobane, ISIS dikabarkan penggal bayi

Kuasai Kobane, ISIS dikabarkan penggal bayi ISIS hancurkan masjid di Irak. ©RT.com

Merdeka.com - Gerakan militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) sejak pekan lalu mulai bercokol di Kota Kobane, Suriah. Pejuang etnis Kurdi bersama skuadron pesawat tempur gabungan Amerika Serikat dan Timur Tengah lain, menggempur ISIS siang malam.

Di zona perang tersebut, para pejuang Khilafah Islamiyah masih menerapkan strategi teror buat melemahkan warga setempat seperti mereka lakukan di Irak. Dari temuan pejuang Kurdi, ponsel milik anggota ISIS yang tewas menunjukkan foto-foto berisi ancaman pembantaian sebuah keluarga, seperti dilansir the Daily Mail, Minggu (19/10).

Seorang bayi perempuan terlihat diacungi pisau. Dalam foto lainnya, para militan ISIS bermain bola dengan kepala manusia, masih keluarga bayi tersebut. Dari data yang tercatat, pembantaian ini terjadi Jumat pekan lalu.

"Kami khawatir mereka kini sudah dipenggal karena keluarga itu penganut Islam syiah mazhab Alawi," kata seorang pejuang Kurdi bernama Ali.

Foto bayi perempuan itu sekarang banyak beredar di jaringan Facebook para pejuang Kurdi, diberi nama 'melek' alias malaikat. Tujuannya untuk menambah semangat pasukan Kurdi menghadapi ISIS di Kobane. Ali mengatakan, kebencian mereka pada ISIS memuncak, karena foto bayi nahas tersebut mengingatkan mereka pada ibu para pejuang.

"Kami sangat berharap keluarga, termasuk bayi itu, kini selamat," ujarnya.

Adapun ISIS sudah punya reputasi memenggal tua maupun muda di Irak. Khusus buat negara Barat, kelompok militan ini sudah merekam adegan penggorokan jurnalis Amerika dan petugas kemanusiaan Inggris.

Sejak pecah pertempuran mulai awal Oktober 2014, di kota ini saja sudah 1.100 orang tewas, baik dari pasukan bersenjata maupun sipil. Kobane adalah pertempuran paling vital buat ISIS maupun pelbagai kubu yang mengeroyok. Soalnya kota ini adalah perbatasan Turki-Suriah. Diandaikan, bila ISIS dibiarkan bercokol di Kobane, maka gerakan khilafah ekstrem itu bisa mulai memasuki Eropa tak lama lagi.

Adapun, Pengamat Militer asal Inggris, Justin Bronk, menilai ISIS salah langkah menyerang Kobane. Meski bersenjata lebih lengkap dibanding pejuang Kurdi, mereka lupa bahwa perang kota itu membuat masing-masing pihak jadi lebih nekat.

Apalagi kini AS dan koalisi negara Arab menemukan strategi lebih pas buat membombardir militan ISIS dari udara. "ISIS lupa, pejuang Kurdi kini ngotot karena terdesak. Mereka tertahan di Kobane lebih lama dari perkiraaan dan ini tentu lambat laun akan melemahkan mereka," kata Justin. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP