Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KTT Asia Timur dukung ajakan Indonesia prioritaskan isu maritim

KTT Asia Timur dukung ajakan Indonesia prioritaskan isu maritim jokowi di ktt asean. ©2015 REUTERS/Olivia Harris

Merdeka.com - Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur (EAS) di Kuala Lumpur yang melibatkan ASEAN dan China, Indonesia mengajukan prioritas kerja baru. Yakni peningkatan kerja sama bidang maritim antar anggota.

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo meyakini kerja sama bidang maritim dapat berdampak positif pada keamanan serta kemakmuran di kawasan. Ajakan itu disambut baik peserta EAS. Terbukti, pernyataan puncak para pemimpin masing-masing negara memasukkan deklarasi politik enunjukkan komitmen negara peserta EAS untuk meningkatkan dialog dan kerja sama di bidang maritim.

Diakui Presiden Jokowi, pengesahan dokumen ini memerlukan tindaklanjut melalui kegiatan konkret. “Untuk itu, saya ingin mendorong pengembangan ekonomi maritim berkelanjutan, konektivitas kelautan, kerja sama antar lembaga penelitian, dan mengatasi tantangan lintas batas,” kata presiden, dalam keterangan tertulis yang dikirim Tim Komunikasi Presiden, Minggu (22/11).

Selain itu, Jokowi mengajak negara peserta EAS untuk memerangi Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Untuk itulah, Presiden Jokowi mengusulkan perlunya dibentuk suatu instrumen hukum di kawasan guna memberantas IUU Fishing.

Sedangkan dari sisi politik keamanan kawasan, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama pemberantasan terorisme, radikalisme dan ekstremisme. Indonesia, kata Presiden Jokowi, adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar juga negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Pluralisme merupakan kenyataan sehari-hari dan berkembang dengan baik di Indonesia. "Pengalaman Indonesia menunjukkan Islam, demokrasi dan pluralisme dapat berjalan berdampingan merupakan aset penting," ujar jokowi. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP