Kremlin tuding ribuan pendemo antikorupsi dibayar
Merdeka.com - Pemerintah Rusia menanggapi unjuk rasa besar-besaran yang terjadi kemarin di Ibu Kota Moskow dan sejumlah kota lain. Juru bicara kepresidenan menyebut massa pendemo dibayar untuk ikut aksi.
Kremlin juga menuding oposisi berada di balik demo yang berakhir ricuh itu.
BBC melaporkan, Senin (27/3), pemimpin oposisi Alexei Navalny, salah satu dari ratusan pendemo yang ditangkap, dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 4,6 juta. Dia muncul di persidangan hari ini dan berkukuh menyatakan Perdana Menteri Dmitry Medvedev korupsi.
Kerumunan massa kemarin menjadikan isu korupsi sebagai agenda demonstrasi. Ribuan orang di seantero Rusia mulai dari Moskow, Saint Petersburg, Vladivostok, Novosibirsk dan sejumlah kota lain turun ke jalan mengkritik pemerintahan Vladimir Putin yang dianggap korup. Sedikitnya 500 orang dibekuk aparat dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh kemarin.
"Sejatinya apa yang kami lihat kemarin di sejumlah tempat, terutama di Moskow, adalah provokasi dan kebohongan," ujar Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.
Demo kemarin disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak unjuk rasa anti-pemerintah pada 2011 dan 2012. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya