Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korut uji coba nuklir, DK PBB panik dan gelar rapat mendadak

Korut uji coba nuklir, DK PBB panik dan gelar rapat mendadak Tes nuklir Korea Utara. ©AFP PHOTO/JUNG YEON-JE

Merdeka.com - Korea Utara mengumumkan berhasil melakukan uji coba bom hidrogen pada Rabu (6/1) pukul 10.00 waktu setempat. Getaran akibat uji coba bahan peledak itu memicu gempa 5,1 skala richter, terasa hingga Korea Selatan, dan segera diduga berasal dari tes nuklir.

Penjelasan Korut bahwa yang diuji coba adalah bom hidrogen, bukan nuklir, berasal dari kantor berita resmi KCNA.

"Senjata ini adalah tahap selanjutnya dari nuklir. Senjata ini dapat menjadi jalan mewujudkan kemenangan revolusioner bangsa Korea," tulis pernyataan pers Pyongyang.

Pemimpin Korut, Kim Jong-un, memimpin langsung peledakan bom hidrogen itu. Bom tersebut diklaim dapat dilekatkan pada peluru kendali lintas benua.

Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan hari ini, lantaran uji coba yang tidak diperkirakan tersebut. Pertemuan tertutup 15 negara anggota itu diusulkan langsung oleh PBB dan Jepang.

kim jong un pantau latihan militer korut

Kim Jong-un pantau uji coba nuklir Korut ©AFP PHOTO/Korean Central News Agency

Pyongyang telah melakukan tiga uji coba nuklir sebelumnya, yaitu pada 2006, 2009, dan 2013, memicu serangkaian sanksi ekonomi dari PBB.

"Kami mengecam setiap pelanggaran Resolusi DK PBB dan sekali lagi mendesak Korea Utara mematuhi kewajiban dan komitmen internasionalnya," kata juru bicara misi AS di DK PBB, Hagar Chemali.

Negara-negara Barat terkejut karena klaim Korut soal bom hidrogen lebih berbahaya dari perkiraan. Negara sosialis tertutup ini awalnya diduga baru menguasai teknologi bom nuklir. Bom hidrogen memiliki daya hancur lebih besar dibanding bom atom.

"Dengan kemampuan semacam ini, Korut benar-benar menjadi ancaman nyata bagi Amerika Serikat," kata Michael Madden, pengamat Korut.

Adapun pakar nuklir, Joe Cirincione, masih ragu Korut benar-benar sanggup memproduksi bom hidrogen. Dia menduga yang diuji coba pagi tadi adalah campuran isotop hidrogen dan bom atom biasa.

"Dari sisi ledakannya, belum masuk skala multi-megaton seperti seharusnya bom hidrogen," kata Joe.

China sekalipun sebagai sekutu Korut mengecam keras langkah Korut menguji coba senjata pemusnah massal. Beijing telah mengeluarkan pernyataan bahwa tindakan Pyongyang dapat mengganggu stabilitas kawasan. "Apa yang dilakukan Korut tidak diinginkan siapapun dan sangat tidak bijaksana," tulis pernyataan kemenlu China seperti dilansir Reuters.

Sedangkan Rusia yang juga menjadi sekutu Korut belum memberikan pernyatan resmi.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP