Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korut tolak berunding jika AS ajukan syarat penghapusan nuklir

Korut tolak berunding jika AS ajukan syarat penghapusan nuklir Jenderal Korea Utara dan Ivanka Trump di penutupan Olimpiade Pyeongchang. ©REUTERS

Merdeka.com - Proses perundingan antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) tampaknya kembali menemui jalan buntu. Sebabnya, Korut tak mau berunding jika AS mengajukan syarat tertentu.

Kedua negara memiliki kesempatan untuk berdiskusi selama perhelatan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan. Di tengah hubungan memanas antar kedua negara, perundingan memang harus dilakukan untuk mencapai suatu kesepakatan.

Namun, Presiden AS Donald Trump menegaskan, perundingan baru bisa dilakukan di bawah 'kondisi yang benar'. Menurut pejabat pemerintah, maksud Trump adalah AS bersedia berunding jika Korut melakukan denuklirisasi atau menghapus program senjata nuklir.

Pernyataan Trump langsung mendapat respons dari pemerintah Korut. Korut menegaskan bahwa posisinya tetap tidak akan berubah terkait perundingan yang akan dilakukan mengenai isu nuklir.

"Korut telah menunjukkan kesediaan untuk mengadakan perundingan dengan AS di berbagai kesempatan. Namun, tidak ada prasyarat yang harus diajukan untuk mencapai perundingan tersebut," kata kepala delegasi Korut, Kim Yong-chol, dikutip dari laman The Telegraph, Selasa (27/2).

Dengan kata lain, Korut tidak ingin Korsel dan AS menyebut negara tersebut sebagai kekuatan senjata nuklir dan rezim Kim Jong-un tidak akan menerima program senjata nuklirnya terbuka untuk diperdebatkan.

Korut, sebagaimana yang seringkali diungkapkan, tetap berkeras senjata nuklirnya dibuat sebagai alat untuk melindungi negara dari kedaulatan negara musuh seperti AS. Program nuklir negara tersebut tidak bisa diungkit dalam forum diskusi apapun.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP