Korut-Korsel sepakat gelar temu kangen keluarga terpisah perang
Merdeka.com - Setelah ketegangan di antara dua negara Semenanjung Korea mereda dua pekan lalu, dicapai kesepakatan baru agar lebih menyejukkan suasana. Korea Utara dan Korea Selatan menyatakan siap menggelar reuni keluarga yang anggotanya terpisah akibat Perang Saudara 1950-1953
Channel News Asia melaporkan, Selasa (8/9), temu kangen warga dua negara beda ideologi itu dilangsungkan paling lambat Oktober mendatang.
"Acara yang akan dilangsungkan pada 20 hingga 26 Oktober ini akan dihelat di Gunung Kumgang, Korea Utara," tulis pernyataan pers Kementerian Reunifikasi Korea Selatan,
Sebelumnya Seoul telah meminta jadwal tersebut dimajukan sebelum hari ulang tahun politik Korea Utara di tanggal 10 Oktober. Namun dikhawatirkan ada ketegangan lanjutan terkait aksi provokatif di Pyongyang, yang bisa berakibat tidak terselenggaranya acara tersebut. Menurut perjanjian, 100 wakil keluarga terpilih dipilih secara acak berhak mengikuti rangkaian kegiatan selama seminggu penuh ini.
Acara ini adalah reuni kedua negara setelah temu kangen terakhir kali diselenggarakan lima tahun lalu. Temu kangen yang diprakarsai oleh Palang Merah Internasional ini menandai berakhirnya ancaman perang di wilayah perbatasan Korea.
Sebelumnya Semenanjung Korea terancam perang, setelah ranjau darat meledak awal Agustus, melukai dua prajurit Korsel, yang kemudian memicu saling tembak di perbatasan. Korut dan Korsel sampai sekarang belum pernah resmi berdamai, sehingga perang bisa kembali pecah sewaktu-waktu.
Bagi warga Korut dan Korsel, reuni akan selalu menjadi momen emosional. Banyak yang tak bisa bertemu karena perang, baik itu ayah-anak, bibi-keponakan, hingga suami-istri. Diperkirakan ada 66 ribu warga Korea Selatan, rata-rata sudah sepuh, yang mendaftar untuk diizinkan menemui sanak familinya di Utara.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya