Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korut enggan lakukan denuklirisasi, Trump tuding China penyebabnya

Korut enggan lakukan denuklirisasi, Trump tuding China penyebabnya Tes nuklir Korea Utara. ©Reuters/Kim Hong-Ji

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding China telah merongrong hubungan negaranya dengan Korea Utara. Menurutnya, campur tangan China telah memperlambat proses denuklirisasi di Korut.

Sebelumnya, Trump telah membuat kesepakatan agar pemimpin Korut Kim Jong-un bersedia menghentikan program nuklirnya. Namun banyak pengamat mengatakan bahwa Korut tidak melakukan pergerakan apapun untuk merealisasikan kesepakatan itu.

Trump pun menumpahkan kesalahan ini kepada China, meski pada akhirnya dia mengungkapkan masih ingin memiliki hubungan baik dengan China maupun Korut.

"Saya merasa bahwa Korut berada di bawah tekanan luar biasa dari China karena sengketa perdagangan kami dengan pemerintah China. Di saat yang sama, kami juga tahu bahwa China memberikan bantuan besar kepada Korut termasuk uang, bahan bakar, pupuk, dan berbagai komoditas lainnya," tulis Trump di akun Twitternya, Kamis (30/8).

"Ini sangat tidak membantu! Namun demikian, saya percaya bahwa hubungan dengan Kim Jong-un saat ini baik dan hangat. Mengenai perselisihan perdagangan dengan China, semoga hal ini bisa diselesaikan tepat waktu dengan Presiden Xi Jinpung. Hubungan dan ikatan kami tetap kuat," lanjutnya.

Dalam serangkaian kicauannya, Trump juga mengatakan bahwa AS tidak seharusnya membelanjakan uang terlalu banyak untuk melakukan latihan perang dengan Korea Selatan. Namun jika permasalahan ini tak kunjung selesai, maka latihan akan tetap dilanjutkan, bahkan dalam intensitas yang lebih besar.

"Kami bisa memulai kembali latihan gabungan dengan Korsel dan Jepang, jika memang saya menginginkannya. Jika saya melakukannya, maka latihan kali ini akan jauh lebih besar dari sebelumnya," ungkap Trump.

Pernyataan campuran berisi kritik, pujian, sekaligus ancaman terselubung yang diungkapkan oleh Trump ini memberikan tekanan yang meningkat dari level sebelumnya. Sehingga negara-negara yang bersangkutan perlu melakukan perundingan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP