Korsel Nilai Ucapan Ultah Trump ke Kim Jong-un Tanda Hubungan Keduanya Tetap Baik
Merdeka.com - Saat pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un berulang tahun ke-37 pada 8 Januari lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirimkan ucapan selamat ulang tahun. Seperti diketahui, hubungan kedua negara sempat renggang di tengah mandeknya upaya perundingan denuklirisasi setelah dua kali melangsungkan pertemuan tingkat tinggi di Singapura dan Vietnam.
Namun dengan kiriman ucapan tersebut, hubungan keduanya dinilai tetap baik. Hal ini disampaikan Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk RI, Kim Chang-beom.
"Hubungan baik Kim Jong-un dan Donald Trump tetap ada. Kiriman ucapan selamat ulang tahun dari Trump ke Kim Jong-un pekan lalu menandakan hubungan baik kedua pemimpin," jelasnya dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Korsel, Jakarta Selatan, Selasa (14/1).
Kim Chang-beom menyampaikan, proses perwujudan perdamaian di Semenanjung Korea masih berlanjut, kendati dialog antara Kim Jong-un dan Trump saat ini masih mandek. Korsel, lanjutnya, menyayangkan mandeknya perundingan ini.
Hari ini di Korsel, Presiden Moon Jae-in menggelar konferensi pers tahun baru dan salah satu yang dibahas juga terkait isu Semenanjung Korea serta dialog antara Korut-AS.
"Kami tetap berpegang pada pandangan kami bahwa untuk menciptakan atau mewujudkan perdamaian abadi di Semenanjung Korea tentu kita perlu memperbaiki hubungan antara Korsel dengan Korut, juga harus berupaya untuk memajukan hubungan antara Korut dengan Amerika," jelasnya.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTahun lalu, kata Kim Chang-beom, digelar rapat nasional yang dipimpin Kim Jong-un di Korut dan dihadiri anggota Partai Buruh. Dalam rapat tersebut mereka menyatakan kembali sikap dan pandangan mereka terhadap hubungan Korut dan Korsel dan juga hubungan Korut-Amerika.
"Dan dalam posisi tersebut pada dasarnya Korut memang saya melihat mereka tidak menutup kemungkinan untuk berdialog kembali dengan Korsel tapi mereka tetap membuka peluang untuk berdialog kembali dengan AS, tetapi mereka memberlakukan syarat yang sangat tinggi," terangnya.
"Kami percaya bahwa proses perdamaian ini antara Korut dan Korsel ini bukan sebuah pilihan tapi sebuah kewajiban, sesuatu yang harus dilakukan dan membuka kembali dialog Korut dan AS, Korsel akan tetap upayakan hal tersebut dan tentunya juga mengintensifkan kegiatan pertukaran antara Korsel dan Korut," pungkasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya