Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korea Utara segera serahkan sisa kerangka jasad tentara AS dalam Perang Korea

Korea Utara segera serahkan sisa kerangka jasad tentara AS dalam Perang Korea tugu peringatan perang korea di washington. ©Reuters

Merdeka.com - Militer Amerika Serikat di Korea Selatan dilaporkan tengah bersiap menerima kedatangan sisa kerangka jasad tentara AS dari Korea Utara yang hilang ketika Perang Korea pada era 1950-an.

Pejabat berwenang mengatakan waktu pengembalian kerangka jasad itu belum pasti namun akan segera terlaksana.

Dilansir dari laman the Associated Press, Selasa (19/6), jumlah jasad tentara AS yang akan dikembalikan Korut itu diperkirakan lebih dari 200, termasuk jasad tentara sekutu AS.

Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un 12 Juni lalu sudah menyinggung soal kemungkinan pengembalian jasad tentara AS itu.

"Kita akan menerima jasad mereka, dan tak ada yang menyangka hal itu bisa terjadi," kata Trump waktu itu.

Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dan Gedung Putih sejauh ini menolak berkomentar soal informasi ini. Pentagon hanya mengatakan upaya itu sedang dilakukan dan pertemuan Trump-Kim pekan lalu membuka peluang untuk terlaksananya proses pengembalian jasad itu.

Sudah lebih dari satu dekade sejak terakhir kali Korut mengembalikan jasad tentara AS yang hilang pada Perang Korea.

Direktur Eksekutif Koalisi Keluarga Korban Perang Korea untuk Tahanan Perang Richard Downes mengatakan dia sudah diberitahu soal rencana Korut yang akan mengembalikan lebih dari 200jasad tentara AS. Kebanyakan jasad itu ditemukan di lahan pertanian dan konstruksi. Dia menuturkan sebagian besar jasad itu sudah diketahui lokasinya dan diambil dari berbagai kuburan serta medan tempur di daerah pedesaan.

Sebanyak lebih dari 3.600 tentara AS tewas dalam Perang Korea, termasuk mereka yang masuk daftar hilang. Lebih dari 7.700 lainnya belum ditemukan dan 5.300 lainnya hilang di Korut.

Pada 1996 dan 2005 militer AS dan Korut membentuk tim pencari dan melakukan 33 operasi pencarian. Hasilnya ditemukan 229 sisa jasad tentara AS. Washington kemudian menghentikan program itu karena mengatakan tidak ada jaminan keamanan bagi tim pencari mereka di lapangan, meski alasan yang lebih mungkin adalah karena Korut menggelar uji coba nuklir pertama kali pada 2006.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP