Korea Utara lantik jenderal garis keras jadi panglima militer
Merdeka.com - Korea Utara hari ini menunjuk Kim Kyok-Sik sebagai panglima militer baru mereka. Dia dikenal sebagai seorang jenderal garis keras lantaran pernah memerintahkan penembakan ke sebuah pulau perbatasan di Korea Selatan pada 2010.
Situs asiaone.com melaporkan, Rabu (22/5), kantor berita Pusat Korea Utara (KCNA) menyatakan Kim Kyok-Sik telah ditunjuk sebagai panglima militer Korea, yakni kedudukan tertinggi dalam hirarki militer jika dibandingkan dengan jabatan sebelumnya sebagai menteri pertahanan.
Posisi Kim di Kementerian Pertahanan Korea Utara awal bulan ini digantikan oleh komandan lapangan yang relatif masih muda.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un secara substansial merombak susunan petinggi militernya dalam upaya untuk mengamankan posisinya, sejak dia mengambil alih tampuk kekuasaan dari mendiang ayahnya, Kim Jong-il, pada Desember 2011.
Kim Kyok-Sik (75 tahun), dipandang sebagai tokoh garis keras dan dilaporkan telah memerintahkan penembakan ke Pulau Yeonpyeong pada November 2010 lalu dengan memerintah Korps Militer Empat Korea Utara.
Empat warga Korea Selatan, termasuk dua warga sipil, tewas dalam aksi penembakan yang telah memicu kekhawatiran akan munculnya konflik berkepanjangan.
Penunjukan ini merupakan kedua kalinya bagi Kim dalam menjabat panglima militer. Kim sebelumnya pernah menjabat posisi itu pada 2007 sampai 2009. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya