Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Korea Utara disebut masih memproduksi uranium buat senjata nuklir

Korea Utara disebut masih memproduksi uranium buat senjata nuklir Kim Jong-un bertemu Trump. ©2018 AFP PHOTO/SAUL LOEB

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum lama ini mengklaim rezim Kim Jong-un di Korea Utara tak lagi menjadi ancaman nuklir setelah sepakat melakukan denuklirisasi dalam pertemuan bersejarah dirinya di Singapura 12 Juni lalu.

Meski dalam tujuh bulan terakhir Pyongyang tak meluncurkan rudal atau melakukan uji coba nuklir, laporan terbaru menyebut, Korea Utara diduga terus melakukan pengayaan uranium yang bisa digunakan untuk senjata pemusnah massal.

Produksi uranium yang diperkaya isotopnya itu diduga dilakukan di sejumlah lokasi rahasia dalam beberapa bulan terakhir.

Informasi tersebut didasarkan pada penilaian intelijen AS terbaru, menyusul publikasi foto satelit CNN awal pekan ini yang menunjukkan perluasan kerja di lokasi penelitian nuklir di Korea Utara.

Laporan tersebut dibenarkan sejumlah pejabat yang akrab dengan penilaian intelijen, seperti dilaporkan NBC News.

"Tidak ada bukti bahwa mereka mengurangi stok (uranium), atau bahwa mereka telah menghentikan produksinya," kata seorang pejabat kepada NBC, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (30/6). "Ada bukti yang kuat bahwa mereka mencoba untuk menipu AS."

Sudah lama diduga bahwa Korea Utara telah mendirikan pabrik pengayaan uranium di setidaknya satu situs rahasia yang terpisah dari kompleks Yongbyon.

Seorang pejabat intelijen lain kepada NBC News mengatakan, ada banyak hal yang berusaha disembunyikan oleh rezim Kim Jong-un. "Untuk menipu kami tentang jumlah fasilitas, jumlah senjata, jumlah rudal," kata dia.

Segera setelah citra satelit menunjukkan perbaikan yang cepat di fasilitas riset nuklir di Yongbyon, lebih sulit bagi Donald Trump untuk mengklaim bahwa pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura bulan ini berhasil.

Tidak satu pun dari janji yang diklaim oleh Donald Trump akan diwujudkan Kim Jong-un -- penghancuran semua situs uji coba mesin rudal, dan pemulangan jenazah tentara AS yang tewas dalam perang Korea -- telah terbukti sejauh ini.

Pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura juga tak rinci. Korut berjanji "mewujudkan denuklirisasi" -- yang sejatinya sudah menjadi kebijakan teoritis Pyongyang sejak 1992.

Rezim tersebut bisa jadi menafsirkannya sebagai proses bersama jangka panjang di mana AS juga akan melucuti senjata nuklirnya.

Reporter: Elin Yunita Kristanti

Sumber: Liputan6.com (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP