Korban selamat Abu Sayyaf sebut 4 WNI ada di lokasi terpisah
Merdeka.com - Bebasnya 10 ABK WNI sandera Abu Sayyaf akhir pekan lalu memberi kelegaan sementara pada publik di Tanah Air. Namun demikian, nasib empat ABK WNI lainnya masih dipertanyakan.
Empat ABK itu ditawan oleh militan selatan Filipina itu berselang dua pekan setelah insiden awal menimpa kapal tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12.
Ditemui media di Jakarta, Senin (2/5), juru mudi kapal Brahma 12, Wawan Saputra, mengaku mendengar ada orang Indonesia lain ikut disandera. Namun dia tak pernah melihat sendiri empat WNI lainnya itu.
"Mereka berada terpisah dengan kami," kata Wawan.
Untuk mencari tahu sedang di lokasi mana, Wawan mengaku kesulitan. Personel Abu Sayyaf menurutnya irit bicara.
"Satu orang sandera dijaga satu sampai dua orang, kadang mereka tidur bergantian bahkan tidak pernah tidur," imbuhnya.
Para penyandera semuanya menenteng senjata api. Mereka juga jarang membuka tutup muka.
Empat WNI yang masih ditawan adalah awak kapal tugboat yang dirompak saat berlayar di Perairan Sempornah, Sabah. Selain mereka, empat nelayan Malaysia, warga Belanda, Jepang, Kanada, dan Norwegia juga masih disekap oleh Abu Sayyaf di selatan Filipina.
"Saat ini, kami masih terus bekerja keras untuk membebaskan 4 WNI itu. Kami akan manfaatkan semua opsi yang terbuka untuk dapat bebaskan 4 WNI itu," kata Menlu Retno L.P Marsudi. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya