Koran Turki ungkap 15 warga Saudi diduga terlibat hilangnya Khashoggi
Merdeka.com - Koran Turki, Sabah, yang dekat dengan pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, mempublikasikan 15 nama dan wajah warga Arab Saudi yang diduga terlibat dalam kasus hilangnya jurnalis Saudi terkemuka Jamal Khashoggi di gedung konsulat Saudi di Istanbul pekan lalu.
Dilansir dari laman the Independent, Rabu (10/10), setidaknya delapan dari 15 orang itu diketahui identitasnya melalui materi dari sumber terbuka. Delapan orang itu adalah anggota dari aparat keamanan Saudi.
Salah satu pelaku dalam sebuah foto terlihat akrab dengan Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman, sosok yang menjadi target utama kritik dari Jalam Khashoggi. Seorang pria lain dalam deretan foto itu diduga bernama Salah Muhammad al-Tubaigy, kepala forensik di Departemen Keamanan Umum Saudi.
Ke-15 warga Saudi yang berusia 30 hingga 57 tahun itu adalah:
1. Meshal Saad M Albostani
2. Salah Muhammad A Tubaigy
3. Naif Hassan S Alarifi
4. Muhammad Saad H Alzahrani
5. Mansur Utsman M Abuhusain
6. Halid Aedh G Altaibi
7. Abdulaziz Muhammad M Alhawsawi
8. Walid Abdullah M Alsehri
9. Turki Muserref M Alsehri
10. Thaar Ghalib T Alharbi
11. Maher Abdulaziz M Mutreb
12. fahad Shabib Al Albalawi
13. badr Lafi M Alotaibi
14. Mustafa Muhammad L Almadani
15. Saif Saad Q Algahtani
Rekan dan keluarga Khashoggi mengatakan pria 59 tahun itu mendatangi gedung konsulat di Istanbul pada 2 Oktober sebelum akhirnya hilang. Media Turki melaporkan, kamera pengawas di dalam gedung konsulat dicopot dan para staf disuruh pulang pada saat sore ketika Khashoggi tiba.
Di hari yang sama dua pesawat jet dari perusahaan Sky Prime Aviation yang bermarkas di Riyadh, dilaporkan tiba di Bandara Ataturk, Istanbul. Pesawat itu terbang dari Saudi membawa 15 orang dan mendarat beberapa jam sebelum Khashoggi dijadwalkan mengadakan pertemuan di konsulat.
Sebagian dari 15 orang itu kemudian memesan kamar di hotel bintang lima Movenpick di dekat konsulat Saudi di Distrik Levent. Menurut pejabat Turki dan media lokal, jet pribadi dan 15 pria itu kemudian berangkat lagi beberapa jam kemudian.
Aparat Turki kini tengah menyelidiki kasus hilangnya Khashoggi, jurnalis Saudi yang berdarah etnis Turki. Dia diketahui membocorkan informasi rahasia pejabat pemerintah kepada media lokal dan internasional.
Harian Miliyet mengabarkan, polisi di Istanbul sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki hilangnya Khashoggi. Tim itu akan menggunakan bahan kimia, anjing, lampu infra merah buat mencari jejak DNA, darah atau materi lain yang berasal dari Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul.
Koran Washington Post yang menjadi tempat Khashoggi rutin menulis kolom, melaporkan, intelijen Amerika Serikat mendengar percakapan dari pejabat Saudi yang mengatakan mereka berencana menculik Khashoggi.
Rangkaian peristiwa ini kian menajamkan dugaan Pangeran Muhammad bin Salman memerintahkan penculikan dan pembunuhan Khashoggi.
Namun menurut laman Vice News, Pangeran bin Salman dilaporkan sudah membantah semua tuduhan yang mengarah kepadanya dan pejabat Kerajaan Saudi menyangkal tudingan itu dengan mengatakan semua tuduhan itu 'tidak berdasar'. Meski begitu pihak konsulat sejauh ini menolak merilis rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan Khashoggi meninggalkan gedung konsulat.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya