Konvensi ricuh, muncul upaya gagalkan Donald Trump jadi capres
Merdeka.com - Hari pertama Konvensi Partai Republik di Kota Cleveland, Amerika Serikat, diwarnai keributan besar. Sebagian anggota partai menolak pencalonan Donald Trump yang terlalu mulus. Mereka kemudian membuat keributan di lokasi konvensi, menuntut pemilihan capres diulang. Puluhan anggota faksi anti-Trump meninggalkan lokasi arena.
BBC melaporkan, Selasa (19/7), upaya menggagalkan pencalonan Trump di detik-detik terakhir itu diiinsiasi kelompok #NeverTrump. Mereka adalah anggota Partai Republik, termasuk juga beberapa delegasi super, yang berupaya menerapkan mekanisme 'roll call' - alias pemungutan suara ulang - supaya Trump tidak melenggang begitu saja menjadi capres.
Trump menjadi satu-satunya capres karena memenangkan pemilihan pendahuluan, meraup 1.237 dukungan delegasi, jauh meninggalkan pesaingnya seperti Ted Cruz atau John Kasich.
Dukungan untuk roll call disuarakan oleh delegasi dari negara bagian Utah, Colorado, serta Virginia. "Semua peraturan ini seakan memaksa kami memilih Donald Trump," kata Kendal Unruh, delegasi dari Colorado.
Diperkirakan ada lebih dari 2 ribu delegasi yang mendukung upaya pemungutan ulang. Awalnya ada sembilan negara bagian yang minta pencalonan Trump dipertimbangkan kembali. Namun menjelang tengah malam tiba-tiba tiga negara bagian menarik permintaan roll call.
"Karena tidak mencapai jumlah minimum diajukan tujuh delegasi negara bagian, maka roll call tidak bisa digelar," kata Ketua Panitia Konvensi Steve Womack.

Pada acara hari pertama, sosok Donald Trump tidak memberikan pidato. Yang muncul di panggung justru Melania, sang istri. "Suami saya menawarkan arah pembangunan bangsa yang baru, kemakmuran, dan politik yang mewakili semua orang," kata Melania disambut tepuk tangan ribuan pendukung Trump. Saat Melania berpidato, puluhan anggota partai dilaporkan meninggalkan gedung konvensi.
Faksi anti-Trump didukung misalnya oleh keluarga George W. Bush. Capres yang kalah dari Barack Obama pada pemilu 2012, Mitt Romney, menolak menghadiri konvensi. Romney sempat mengatakan tidak menyetujui pandangan ekstrem Trump di bidang imigrasi dan politik luar negeri. Trump hampir pasti akan menghadapi Hillary Clinton dalam pemilu presiden November mendatang.
Konvensi ini digelar selama empat hari. Muncul unjuk rasa besar-besaran di Kota Cleveland dari warga yang menolak pencapresan Donald Trump. Sang taipan kasino itu dikenal sangat anti pada imigran asing, kaum muslim, serta melontarkan kebijakan kontroversial yang penuh kebencian.
Kepolisian Cleveland menyatakan situasi di sekitar arena konvesi sangat berbahaya. Selain rawan bentrokan fisik pendukung dan penentang Trump, terdapat banyak anggota Partai Republik membawa senjata api. Diperkirakan ada 50 ribu orang dari negara bagian lain yang datang ke Cleveland selama konvensi.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya