Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Konsulat RI di Darwin akan perkuat kerja sama dengan Bali

Konsulat RI di Darwin akan perkuat kerja sama dengan Bali Gubernur Bali Made Mangku Pastika bersama Konsul Republik Indonesia di Darwin Dicky D. Soerjanatamih. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Konsul Republik Indonesia di Darwin, Australia, Dicky D. Soerjanatamihardja mengatakan, semangat warga Indonesia yang menetap di Australia sangat kuat. Ini terlihat dari aktifnya warga Indonesia yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia, terutama Bali di sana.

Komunitas Indonesia terutama Bali yang berada di Northern Terrytory sangat giat mendorong investor dari Darwin untuk berinvestasi di Bali.

"Karena Bali merupakan destinasi wisata favorit para wisman, terutama dari Australia. Maka kami ingin perkuat kerja sama di sektor pariwisata," ujar Dicky kepada Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, di ruang kerja Gubernur, Denpasar, Jumat (4/5).

Bali dan Northern Teritorry di Australia khususnya Darwin, memang sudah banyak menjalin kerja sama di berbagai bidang. Namun fokus utama pengembangan kerja sama ini adalah bidang kesehatan terutama pengembangan rumah sakit serta sektor pariwisata.

Dicky juga menyampaikan, meskipun banyak investasi perorangan yang sudah masuk ke Bali. Pihaknya tetap akan mendorong agar semakin banyak investasi masuk ke Bali.

Selain itu, Dicky menyatakan sedang mendorong kerja sama di bidang ekspor dan impor daging sapi antara Bali dan Darwin.

Sementara itu, Gubernur Pastika sangat mengapresiasi, dan menyatakan jika kerja sama antara Bali dan Northern Territory sudah berjalan dengan sangat baik.

"Rumah sakit Sanglah dan RSUD Bali Mandara telah lama menjalin kerja sama dengan Darwin Hospital. Bahkan tenaga medis juga sudah sering mendapatkan pelatihan," kata dia.

Kerja sama lain yang telah terjalin adalah di bidang Counter Disaster.

Menurut Pastika penanggulangan bencana di wilayah Northern Territory sudah sangat siap, dan sudah banyak petugas yang mendapatkan pelatihan gabungan baik diselenggarakan di Bali maupun di Darwin.

"Kerja sama ini terjalin berawal dari kejadian Bom Bali 1 tahun 2012. Bantuan dari Australia sangat banyak saat itu. Mereka juga menganggap kerja sama ini penting, mengingat banyak warganya yang tinggal di sini. Sehingga mereka berharap warganya mendapatkan penanganan yang sesuai dengan standar mereka," kata Pastika.

Mengenai beberapa hubungan kerja sama yang diajukan, Pastika berjanji akan menindaklanjuti, baik di tingkat Konsulat Jenderal Australia maupun di tingkat birokrasi di Indonesia.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP