Konflik Qatar dan Liga Arab bikin warga Jalur Gaza cemas
Merdeka.com - Jalur Gaza, Palestina, adalah wilayah yang kerap merasakan kemurahan hari dari para pemimpin Qatar. Sebab, sang Amir memang sering mendermakan hartanya buat warga setempat yang hidup dalam keterbatasan.
Masih teringat lima tahun lalu, Amir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani, memilih melawat ke Jalur Gaza yang dikendalikan Hamas ketimbang bertandang ke Tepi Barat di bawah kekuasaan Fatah. Dia ke sana bukan dengan tangan hampa. Sejumlah uang dan barang dia berikan buat membantu warga di sana.
Meski demikian, situasi berubah. Warga Gaza ketar-ketir dengan perseteruan antara negara-negara Liga Arab dengan Qatar. Khawatir tak ada lagi bantuan buat mereka.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Rabu (7/6), bantuan dari Qatar bisa dilihat dari pembangunan perumahan, pengaspalan jalan, rumah sakit, hingga perbaikan rumah-rumah rusak akibat perang Hamas dan Israel tiga tahun lalu. Karena sekarang situasi memburuk, wajar jika warga Gaza khawatir.
"Kalau ini (perang) terjadi, dan Qatar tidak lagi memberi bantuan maka itu akan berdampak kepada kami warga Gaza. Sebab Qatar adalah penyandang dana terbesar berbagai proyek dan bantuan kemanusiaan," kata seorang warga Gaza, Ahmad Riziq (25).
Meski demikian, peneliti Pusat Demokrasi dan Resolusi Konflik, Sara Thabit Dogmash (23), optimis Qatar tidak bakal menghentikan bantuan baut Gaza. Sebab menurut dia sumber keuangan mereka cukup kuat dan secara ekonomi dan politik pun sulit goyah.
"Tidak ada oposisi di dalam negeri. Qatar juga mendukung segenap warga dan negara-negara Arab," kata Sara.
Sekretaris Jenderal Majelis Pengungsi Norwegia, Jan Egeland, mengatakan Qatar adalah salah satu penyumbang penting di Gaza. Meski kini dibelit konflik dan ada dalam masa sulit, tetapi dia meyakini bantuan tidak bakal berhenti. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya