Konflik jet Rusia belum usai, Turki terancam ribut dengan Irak
Merdeka.com - Di tengah ketegangan politik yang belum mereda antara Turki dan Rusia, kegaduhan baru kini muncul dari Timur Tengah.
Kantor berita AFP melaporkan, Sabtu (5/12), Pemerintah Irak menyatakan tentara Turki memasuki negaranya tanpa izin melalui perbatasan wilayah utara. "Kami mendesak Turki secepatnya meninggalkan teritori Irak," seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kantor Perdana Menteri Irak.
Pasukan Turki yang menerobos masuk dan terindentifikasi Irak, terdiri dari satu resimen (setara 150 orang) prajurit darat bersenjata lengkap, 25 tank, serta artileri.
"Kami mendapat informasi pasukan itu akan memberi pelatihan bagi milisi Irak, tapi tak pernah ada otorisasi maupun izin yang diajukan kepada pemerintah Federal Irak."
Para prajurit Turki itu bisa diusir paksa, karena kehadiran mereka adalah pelanggaran kedaulatan. Tentara Turki ini dilaporkan berada di Kota Bashiqa, timur laut Kota Mosul yang sedang dikuasai ISIS.
Kantor berita Turki, Anatolia, membenarkan militer negaranya tiba di utara Irak. Mereka bertugas melatih milisi Kurdi yang bergabung dengan Pasukan Peshmerga.
Para tentara sukarelawan Kurdi itu setiap hari berada di garis depan memerangi ISIS di Irak, sehingga banyak memperoleh bantuan pelatihan negara Barat maupun Turki. Masalahnya, orang Kurdi hidup di kawasan otonomi khusus Kurdistan, seringkali koordinasi dengan pejabat tinggi di Ibu Kota Baghdad tidak berlangsung mulus.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya