'Konflik di Timur Tengah, termasuk Palestina-Israel, adalah konflik yang dipelihara'
Merdeka.com - Konflik Palestina-Israel menjadi isu internasional yang tak ada habis-habisnya untuk dibahas. Semenjak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember lalu, konflik Palestina-Israel seolah kian menjauh dari titik terang perdamaian.
Duta besar Palestina untuk Indonesia Zuhair al Shun mengungkapkan pandangannya di seputar konflik yang seolah tak bertepi ini dalam kesempatan wawancara khusus dengan wartawanPandasurya Wijaya dari merdeka.com, Kamis lalu.
Duta besar yang pernah bertugas di Maroko dan Bosnia Herzegonvina ini mengatakan dia setuju dengan pandangan yang mengatakan konflik di Timur Tengah, termasuk Palestina-Israel, adalah konflik yang dipelihara. Berikut petikannya:
Bagaimana Palestina memandang peran Indonesia dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel?
Kami sangat menghargai peran Indonesia. Dukungan Indonesia terhadap rakyat Palestina secara politik sangat jelas dan dalam diplomasi Indonesia di organisasi-organisasi dunia.
Dalam bidang ekonomi, Indonesia tetap mau membantu sesuai kemampuan. Dan dukungan yang lain adalah konflik ini merupakan prioritas bagi orang Indones ia. Kami sangat menghargai hal inidan kami berharap ini tetap berlanjut karena Indonesia punya pengalaman sejarah sebagai negara yang menderita dari penjajahan untuk waktu cukup lama.
Bagaimana bentuk dukungan yang diharapkan Palestina kepada negara-negara lain? Apa yang diharapkan, jenis dukungan dan bantuan seperti apa?
Indonesia salah satu negara yang dukungannya cukup besar untuk Palestina. Dalam beberapa hal khususnya dalam peningkatan kapasitas, Indonesia mendukung kemajuan dan peningkatan kemampuan orang Palestina untuk siap mengurus dan menjalankan negaranya sendiri dan institusi-institusinya pada waktu Palestina merdeka nanti.
Indonesia juga membantu beberapa pelatihan di beberapa bidang dan dalam bantuan seperti rumah sakit, medis, dan beasiswa untuk mahasiswa-mahasiswa Palestina. Dan itu dukungan cukup besar dan sangat berarti buat kami.
Kami berterima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Hal ini yang saya lihat dalam kasus pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Saya melihat itu secara langsung dan saya berterima kasih.

dubes palestina zuhair al shun ©2018 Merdeka.com/Pandasurya Wijaya
Soal kesepakatan antara Fatah dan Hamas, seperti apa nanti dampaknya untuk upaya solusi dua negara?
Saya setuju rekonsiliasi. Insya Allah kalau itu diselesaiakan, masalah pemisahan Gaza dan Tepi Baratitu akan sangat mendukung sikap dan posisi negara Palestina untuk dapat mencapai kemerdekaan. Karena ini menjadi titik lemah yang melemahkan rakyat Palestina dan perjuangan orang Palestina.
Ada pengamat mengatakan konflik di Timur Tengah, termasuk Palestina-Israel adalah konflik yang dipelihara, apa tanggapan Anda?
Saya setuju dengan pendapat itu. Saya percaya Israel itu bukan bagian asli atau original di kawasan Timur Tengah. Itu negara dibuat oleh negara kolonialisasi zaman dulu untuk tidak membolehkan persatuan negara-negara Arab bersama.
Dan kemudian negara-negara besar tetap berkuasa dan punya agendanya sendiri dan Israel akan membantu untuk mendapatkan sumber daya dan segala macamnya buat negara itu.
Dan mengenai Palestina,masyarakat internasional dan negara besar tidak punya keinginan nyata untuk menyelesaikan konflik dan mereka tidak mau memaksa seperti kasus-kasus lain yang pernah terjadi di beberapa tempat seperti Timor Leste, Balkan, kalau itu ada keinginan yang dipaksakan untuk menyelesaikan konflik. Tapi untuk masalah Palestina kami tidak melihat hal seperti itu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya