Kondisi kerabat pengikut ISIS dipersekusi di Irak semakin parah
Merdeka.com - Sejumlah orang dituduh memiliki hubungan dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dikumpulkan dalam penjara dengan kondisi mengenaskan di Mosul, Irak.
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, mengatakan mereka yang ditahan telah melakukan tindakan pelanggaran secara individual. Ada yang ditahan karena bersikap tidak peduli, memiliki kesepakatan dengan ISIS, atau mencemarkan nama baik negara dan pasukan keamanan.
"Mereka telah melakukan pelanggaran hukum yang tak diterima martabat rakyat. Saya berjanji para pelaku akan mendapat hukuman," kata Abadi, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Kamis (20/7).
Dalam foto-foto yang beredar luas tampak para tahanan itu dibiarkan berjejalan dalam sel sempit bersuhu 45 derajat celcius. Mereka mendiami tempat tanpa listrik dan ventilasi udara dalam keadaan lemah dan kekurangan gizi karena kelaparan.
Meski mereka dianggap melakukan pelanggaran namun para tahanan itu mengaku bahwa mereka tidak melakukan hal yang dituduhkan. Hal itu diungkapkan oleh salah satu tahanan yang tidak disebutkan namanya.
"Anda tidak akan menemukan bahkan 10 saja orang yang benar-benar anggota ISIS sesungguhnya di antara orang-orang ini. Mereka telah menghabiskan waktu berbulan-bulan di sini dan dari sejak saya ditahan delapan bulan lalu, saya baru sekali melihat matahari," ujarnya.
Tahanan tersebut mengaku bahwa dia pegawai negeri yang telah beberapa kali melakukan perjalanan antara Mosul dan Baghdad sebelum akhirnya ditangkap dan ditahan di penjara.
"Mereka bilang nama saya ada di database mereka. Sejak ditahan saya belum diadili atau bertemu dengan hakim. Saya bahkan tidak tahu apa kesalahan saya. Banyak orang di sini memiliki nama sama," jelasnya.
Tahanan itu juga mengungkapkan bahwa sejak dirinya ditahan di sel induk, sudah ada dua orang tewas. Beberapa terluka parah dan saat luka tersebut busuk hingga keluar nanah mereka baru dibawa ke rumah sakit. Mereka akan dikembalikan ke sel dalam keadaan kaki dan tangan yang telah diamputasi.
"Kami benar-benar ingin mati. Tidak ada satu pun dari kami menerima kunjungan dari anggota saudara atau anggota keluarga. Mereka bahkan tidak tahu di mana keberadaan kita," sesalnya.
Ada sekitar 2.800 tahanan yang memenuhi penjara pangkalan udara Qayara di bagian selatan Mosul. Ratusan tahanan lain ditempatkan di pusat yang lebih kecil.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya