Komite Parlemen sebut Inggris terlibat penyiksaan tahanan terorisme
Merdeka.com - Komite Intelijen dan Keamanan (ISC) mengungkapkan fakta bahwa pemerintah Inggris ikut terlibat dalam penyiksaan dan rendisi (pemindahan tahanan ke negara lain untuk diinterogasi) sejak perang melawan terorisme diluncurkan oleh Presiden Amerika Serikat George Bush pada 2001 lalu.
ISC sendiri merupakan Komite Parlemen yang mengawasi operasi dikerahkan oleh agen mata-mata Inggris selama bertahun-tahun.
Dalam laporannya, ISC mengatakan, dalam 232 kasus pemerintah Inggris telah memasok pertanyaan atau informasi intelijen kepada sekutu meski mengetahui dugaan adanya penganiayaan. Dari 198 kasus, Inggris juga menerima informasi dari dinas penghubung namun mengabaikan fakta telah terjadi penganiayaan terhadap tahanan.
"Dalam pandangan kami, Inggris telah menoleransi dan membiarkan penganiayaan. Hal itu yang kami anggap tak termaafkan," kata Ketua Komite, Dominic Grieve, dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (29/6).
"Fakta bahwa AS dan lainnya memperlakukan para tahanan dengan tidak baik, hal itu tidak bisa diragukan lagi. Namun fakta lain juga menunjukkan bahwa badan-badan dan intelijen pertahanan menyadari hal ini sejak awal, tetapi tidak ada tindakan yang diambil," tambahnya.
Grieve juga menambahkan hal sama berlaku untuk rendisi. Berdasarkan pengamatannya, tidak ada upaya untuk mengidentifikasi risiko yang akan terjadi dan memperhitungkan keterlibatan Inggris.
"Tidak ada pemahaman tentang rendisi dan tidak ada kebijakan yang jelas dari Inggris," ungkapnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya