Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Komisaris HAM PBB: 33 Terluka Saat Israel Serang Prosesi Pemakaman Shireen Abu Aqla

Komisaris HAM PBB: 33 Terluka Saat Israel Serang Prosesi Pemakaman Shireen Abu Aqla Pasukan Israel serang pelayat yang gotong jenazah jurnalis Al Jazeera. ©REUTERS/Ammar Awad

Merdeka.com - Komisaris Tinggi PBB bidang HAM, Michelle Bachelet menyerukan penyelidikan atas penyerangan polisi Israel terhadap para pelayat dan pengusung jenazah dalam proses pemakaman jurnalis Palestina, Shireen Abu Aqla pada Jumat. Jurnalis senior Al Jazeera itu tewas setelah ditembak tentara Israel saat liputan di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (11/5).

Bachelet menyebut sekitar 33 orang terluka dalam penyerangan tersebut.

"Video polisi Israel menyerang pelayat di prosesi pemakaman jurnalis Shireen Abu Aqla di Yerusalem Timur pada Jumat 14 Mei mengejutkan. Laporan mengindikasikan sedikitnya 33 orang terluka," jelasnya, dikutip dari laman Al Arabiya, Minggu (15/5).

Pasukan Israel menyerbu halaman rumah sakit di Yerusalem saat peti jenazah Shireen Abu Akla diusung para pelayat. Polisi Israel berdalih mereka menyerang orang-orang yang "melanggar ketertiban masyarakat".

Bachelet menilai penggunaan kekuatan oleh polisi Israel tersebut tak diperlukan. Dia juga menyerukan penyelidikan yang transparan dan segera atas penyerangan tersebut.

"Harus ada pertanggungjawaban untuk pembunuhan mengerikan tidak hanya pembunuhan Shireen Abu Aqla tapi semua pembunuhan dan (korban) cedera parah di wilayah Palestina yang diduduki," jelas Bachelet.

Dia juga menyoroti bahwa hukum internasional mensyaratkan "penyelidikan yang cepat, transparan, independen, dan tidak memihak" terhadap penggunaan kekuatan yang mengakibatkan cedera atau kematian.

"Sebagaimana yang pernah berkali-kali saya serukan, harus ada penyelidikan yang layak terkait tindakan pasukan keamanan Israel. Siapapun yang dinyatakan bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban dengan sanksi pidana dan disiplin yang sepadan dengan beratnya pelanggaran," paparnya.

"Budaya kebal hukum ini harus diakhiri sekarang," tegasnya.

Sejak awal 2022, sekitar 48 warga Palestina dibunuh pasukan Israel, salah satunya Walid al-Sharif, pemuda Palestina yang akhirnya meninggal karena luka yang dideritanya setelah diserang pasukan Israel di area Masjid Al-Aqsa.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP