Koin untuk Australia dibalas teror 'balon darah' di Sydney
Merdeka.com - Sempat terkatung, terpidana mati Andrew Chan (31 tahun) dan Myuran Sukumaran (33 tahun) asal Australia kini segera dieksekusi. Sesuai jadwal, Kejaksaan Agung menerbangkan dua penyelundup narkoba itu ke Lapas Nusakambangan hari ini, Rabu (4/3), pukul 07.01 WITA.
Informasi dikumpulkan merdeka.com, kedua pemimpin jaringan 'Bali Nine' itu sudah berpamitan dengan sesama narapidana di Lapas Kerobokan, Denpasar, Bali.
Adapun, di Australia, kepastian eksekusi itu membuat beberapa pihak emosional. Salah satunya seorang perempuan yang mendatangi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Sydney, Negara Bagian New South Wales pada Selasa (2/3) malam.
Perempuan yang belum teridentifikasi itu tertangkap kamera CCTV melemparkan 10 balon ke pagar dan halaman KJR pada pukul 22.30 waktu setempat. Balon itu berisi cat merah darah. Sebagian balon pecah, sehingga cairan tersebut berceceran.
Staf KJRI Siti Sofiah dalam keterangan tertulis kepada merdeka.com, menyatakan pagi-pagi penjaga KJRI yang menemukan ceceran cairan itu terkejut. Kepolisian Sydney segera dikontak.
"Polisi setempat datang ke KJRI Sydney dan memasang police line di gerbang," kata Sofiah.
Aparat keamanan di Sydney menduga pelemparan 'balon darah' adalah rangkaian aksi protes terhadap eksekusi Bali Nine.
Februari lalu, gerbang KJRI pernah dipasangi spanduk, isinya juga kritik terhadap rencana Kejaksaan Agung menembak mati Andrew dan Myuran. Sampai sekarang, Kepolisian Sydney belum menangkap pelaku teror-teror tersebut.
Teror balon darah memperkeruh hiruk-pikuk seputar eksekusi mati Bali Nine. Akibat kasus ini, hubungan diplomatik Indonesia-Australia renggang sejak awal tahun.
Sebelumnya, masyarakat Indonesia sudah lebih dulu menyerang pemerintah Negeri Kanguru, khususnya Perdana Menteri Tony Abbott. Ucapan pemimpin Partai Liberal ini dianggap melecehkan publik Tanah Air.
Abbott sempat mengungkit bantuan Australia untuk rekonstruksi Aceh pascatsunami yang nilainya setara Rp 13 triliun. Menurutnya, bantuan ini perlu jadi pertimbangan pemerintah RI buat membebaskan Bali Nine.
"Pada rakyat dan pemerintah Indonesia, kami warga Australia selalu ada untuk membantu. Dan kami harap anda membalasnya saat ini," kata Abbott.
Belakangan Abbott menampik anggapan bahwa ucapan itu sebagai tekanan buat Indonesia. Apa lacur, pelbagai organisasi di Tanah Air menilainya teror halus, bahkan intervensi, terhadap (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya