Koalisi liberal Libya klaim unggul dalam penghitungan sementara
Merdeka.com - Setelah lebih dari empat dekade berada dipimpin oleh mendiang diktator Muammar Qaddafi, Sabtu pekan lalu pemerintah transisi Libya sukses melaksanakan pemilihan umum. Pemungutan suara itu bertujuan memilih anggota majelis buat merumuskan konstitusi baru negara itu.
Hari ini, koalisi beberapa partai liberal, Aliansi Kekuatan Nasional (NFA), pimpinan mantan Perdana Menteri Dewan Transisi Nasional, Mahmud Jibril, menyatakan unggul dalam penghitungan sementara, seperti dilansir dari stasiun televisi AlJazeera, Senin (9/7). Pernyataan itu disampaikan oleh Faisal Krekshi, sekretaris jenderal NFA. Tetapi Komisi Tinggi Pemilihan Umum Libya kemungkinan bakal mengumumkan hasil penghitungan sementara Rabu mendatang.
Dalam jumpa pers Ahad malam pekan lalu, Jibril mengatakan koalisi pimpinan dia tidak beraliran sekuler atau liberal, tapi hanya berprinsip nasionalisme tanpa ideologi. Selain itu, menurut dia, partainya siap bekerjasama membentuk pemerintahan bersandingan dengan partai lain.
Jibril tahun lalu ikut menumbangkan Muammar Qaddafi dari kekuasaannya. Dia mundur dari jabatannya sebagai perdana menteri Oktober tahun lalu sebagai persiapan mengikuti pemilihan umum kongres.
Politikus dari Partai Keadilan dan Pembangunan Libya, Muhammad Suwan, mengakui memang koalisi NFA memimpin dalam perolehan suara di beberapa wilayah. "Mereka meraih suara cukup banyak di Ibu Kota Tripoli dan Benghazi, kecuali Misrata," kata Muhammad Suwan.
Namun, menurut Suwan, mantan tahanan politik era Qaddafi dan anggota Ikhwanul Muslimin Libya, mengatakan partai dia juga memperoleh hasil raihan suara bagus, utamanya di daerah Selatan.
Meski pemilihan umum sudah dilaksanakan, masyarakat di sebelah Timur Libya tetap menuntut agar diberlakukan sistem negara federal. Mereka juga memprotes tidak meratanya jatah kursi di tiap wilayah. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya