Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah perwira terbaik AS malah lari dan gabung Legiun Asing Prancis

Kisah perwira terbaik AS malah lari dan gabung Legiun Asing Prancis Letda Lawrence J Franks Jr. ©2016 Daily Mail

Merdeka.com - Lulus sebagai siswa terbaik di Akademi Militer Amerika Serikat West Point, serta ditugaskan menjadi salah satu perwira di Divisi Gunung Ke-10 ternyata tak membuatnya puas. Letnan Dua Lawrence J Franks Jr memilih menghilang dan bergabung bersama pasukan asing Prancis, Legionaire.

Kisah ini benar-benar terjadi di dunia nyata. Franks memilih menanggalkan seluruh identitasnya sebagai tentara Amerika Serikat, dan mencari tantangan lebih besar di seberang lautan. Di negeri Menara Eiffel, dia mendapatkannya. Legiun Asing Prancis memang membuka kesempatan untuk bergabung bagi seluruh orang di dunia yang lulus tes. Apapun kewarganegaraannya.

Setelah lulus dari Akademi Militer Amerika Serikat di West Point pada 2008, dia menempatkan dirinya sebagai yang terbaik. Lantas, dia dikirimkan ke Fort Drum, sebuah lahan pertanian di area dingin, tempatnya ditugaskan sebagai peleton medis.

Setahun setelahnya, dia menghilang dari batalionnya.

Tanpa ada yang tahu, Franks ternyata terbang ke Paris. Di kota itu, dia mendaftarkan diri sebagai Legiun Asing Prancis. Gara-gara ulahnya itu, dia divonis empat tahun penjara sekaligus dipecat dari militer AS karena dianggap desersi.

Dalam sebuah wawancara, Franks mengakui kepergiannya karena selalu dihinggapi keinginan untuk bunuh diri. Kondisi itu terjadi ketika dia tiba sebagai salah satu perwira di Fort Drum, yang membuatnya semakin yakin jika tak mengubah hidupnya ia akan menembak kepalanya dengan pistol.

"Saya butuh kehidupan yang menantang dan hanya bisa saya menemukan di tempat seperti Legiun," aku Franks, seperti dilansir The New York Times, Jumat (20/5).

Sebelum memutuskan pergi, dia mengaku memiliki pilihan lain, salah satunya memohon agar dia dipindahkan sebagai unit tempur. Namun, ia tak yakin ada yang bisa membantunya tepat waktu.

"Saya merasa buruk atas sakit yang saya berikan kepada keluarga saya, melarikan diri dari unit sata. Tapi saya tidak menyesal apa yang saya lakukan, baik atau buruk, karena sudah menyelamatkan nyawa saya."

Selama berada di barak militer, setiap malam Franks dihantui mimpi buruk, depresi yang tah henti-hentinya dan memaksanya untuk bunuh diri. Sebagai umat kristen, dia tahu bunuh diri adalah sebuah dosa, hal ini lah yang membuatnya berpikir agar kematiannya terlihat seperti kecelakaan, mulai dari ngebut dengan mobil hingga menabrak pohon atau melompat dari atas jurang.

"Apapun yang saya lakukan, saya tidak berhasil menemukan kedamaian," ungkapnya.

Dia juga tidak bisa meminta konseling kepada siapapun, sebab dia adalah perwira medis. Dia melihat banyak rekan-rekannya yang terlalu sering mendapatkan bantuan medis namun dijauhi teman-temannya.

foto franks saat bertugas di mali foto ini yang membuatnya dianggap sebagai desertir

Foto Franks saat bertugas di Mali. Foto ini yang membuatnya dianggap sebagai desertir. ©2016 istimewa/The New York Times

Pada Maret 2009, Franks berlatih menembak, saat itu dia sempat menemukan cara untuk bunuh diri agar terlihat seperti kecelakaan. Dia berencana membawa senjata ke dalam area latihan menembak, dan menarik pacu saat dia terjatuh.

Namun, beberapa hari berikutnya, dia memutuskan tidak melakukannya. Di saat itulah dia mulai memutuskan untuk bergabung dengan Legiun Asing Prancis.

"Sangat menyenangkan, saya sangat bersemangat terhadap sesuatu. Untuk pertama kalinya, saya tidak berpikir untuk bunuh diri."

Pada 2013, keberadaannya terungkap melalui sebuah foto. Ketika itu, dia sedang mengamankan General Kolodziej, komandan Angkatan Darat Prancis. Sosoknya tampak gagah dengan baret hijau dan menenteng senjata serbu.

Setelah menyelesaikan lima tahun kontraknya, pada Maret 2014 Franks pergi meninggalkan baretnya, dan pergi ke markas AD AS di Jerman.

"Untuk mengembalikan momen membahagiakan saya. Sekarang saya kembali ke rumah, ke keluarga saya, dan mengambil tanggung jawab atas yang saya lakukan."

AD AS menganggap apa yang dilakukan Frank sebagai dosa besar. Dia segera disidang. Jaksa menyebutnya sebagai seorang pengecut yang lari untuk menghindari tugas di Afganistan.

Sementara itu, atasannya selama berada sebagai Legiun Asing Prancis, Brigjen Laurent Kolodziej mengaku Franks sebagai tentara berprestasi. Kolodziej memberikan Franks kesempatan untuk bergabung sebagai anak buahnya.

"Kami tidak pernah bertanya asal mereka. Ketika anda menemukan seseorang mengetuk pintu, pastikan mereka tidak memiliki tangan penuh darah, dan kami ajak mereka bergabung. Legionaire, adalah untuk memberikan seseorang kesempatan kedua," katanya,

"Dia adalah seseorang yang tidak akan saya lupakan dan akan selalu berdiri di hadapannya. Dia lebih dari orang yang dilahirkan sebagai prajurit, dia terlahir sebagai seorang pria jantan. Saya ingin memiliki 10 orang seperti dia dalam tim saya, dan saya akan menjadi jenderal yang paling bahagia," ungkapnya.

Namun sayang, pembelaannya itu tak mengurangi masa hukuman yang dihadapinya. Franks dinyatakan bersalah oleh juri. Dia divonis 4 tahun dan dipecat sebagai perwira AS. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP