Kisah Pemberontakan Dungan yang Hampir Membuat Wilayah China jadi Negara Muslim
Merdeka.com - Penduduk muslim etnis Uighur saat ini menjadi sorotan karena ada laporan mereka masih mengalami pengekangan dari pemerintah China. Namun etnis muslim terbesar di China, Hui, selama ini masih hidup berdampingan dengan warga etnis Han yang mayoritas dan tidak mengalami penekanan seperti dialami muslim Uighur.
Meski begitu sejarah mencatat pernah terjadi pemberontakan besar dilakukan warga muslim etnis Hui dan beberapa etnis lainnya pada abad ke-19, tepatnya 1862 hingga 1877. Peristiwa yang disebut Pemberontakan Dungan atau Perang Minoritas Hui atau Pemberontakan Muslim itu dikabarkan menyebabkan sekitar 12 juta korban tewas.
Dungan adalah istilah untuk menyebut kelompok warga muslim keturunan campuran Arab-China yang mempunyai identitas mendekati kultur Rusia.
Pemberontakan yang dilakukan sejumlah kelompok etnis muslim dan Hui melawan pemerintahan etnis Han ini terjadi di sepanjang tepi Sungai Kuning, di Provinsi Gansu, Ningzian, dan Shaanxi, dan juga Xinjiang, tempat minoritas muslim Uighur tinggal.
Sebagian kalangan menyebut konflik ini bermula dari cekcok soal penjualan harga batang bambu antara seorang penjual etnis Han dan seorang Hui. Tapi berdasarkan catatan sejarah di zaman itu, sejumlah batang bambu dibeli oleh orang Hui dalam jumlah besar untuk dijadikan senjata. Terlebih lagi sebelumnya sudah ada penyerangan dari pihak Han sebelum insiden bambu itu. Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi pembantaian massal terhadap orang Han dan sejumlah orang China non-muslim lainnya.

pasukan pro-Dinasti Qing ©Wikipedia
Dikutip dari laman Turkish News, tujuan dari pemberontakan ini adalah mendirikan negara Islam di sebelah barat Sungai Kuning (Shaanxi, Gansu, Ningxia, tidak termasuk Xinjiang).
Pemberontakan Dungan terjadi di masa pemerintahan Kaisar Tongzhi dari Dinasti Qing dan para jenderal Qing akhirnya turun tangan buat mengakhiri perang antaretnis ini.
Peristiwa pemberontakan ini kerap disebut sebagai perlawanan orang Hui terhadap Dinasti Qing meski tidak ada bukti yang memperlihatkan para pemberontak ingin menyerang Beijing atau menggulingkan pemerintahan Dinasti Qing, tapi lebih ke niat balas dendam dan soal ketidakadilan.
Dikatakan sekitar dua juta orang Hui tewas dan enam juta orang Han mati dalam konflik ini.
Ketika akhirnya pemberontakan ini gagal sebagian orang Hui kemudian melarikan diri ke wilayah bekas Uni Sovyet seperti Kazakhstan dan Kyrgyzstan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya