Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah orang-orang yang selamat dari pesawat jatuh

Kisah orang-orang yang selamat dari pesawat jatuh Kecelakaan pesawat Bangladesh. ©REUTERS/Navesh Chitrakar

Merdeka.com - Musibah bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tak ada satupun orang bisa menghindari musibah-musibah yang datang secara mendadak. Tapi, ada beberapa orang yang beruntung karena bisa selamat dari musibah yang menimpanya, seperti dalam kecelakaan pesawat.

Sedikit kemungkinan korban kecelakaan pesawat selamat. Tapi orang-orang ini terhindar dari kematian. Berikut mereka yang selamat dari insiden jatuhnya pesawat:

Vesna Vulovic

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Awak dari maskapai Yugoslav Airlines ini dikenal sebagai manusia sembilan nyawa. Karena dia adalah satu-satunya pramugari di dunia yang selamat dalam kecelakaan pesawat jatuh, dari ketinggian 10.00 meter. Pesawat itu juga meledak di udara pada 26 Januari 1972.

Ada 28 penumpang dan awak di pesawat dan hanya Vulovic yang selamat, 27 orang lainnya meninggal dunia. Tim penyelidik mengatakan Vulovic tergencet kereta makanan di bagian ekor pesawat yang jatuh.

Bagian ekor pesawat jatuh di satu kawasan berhutan yang tertutup salju tebal, yang diperkirakan mengurangi dampak jatuh dengan berfungsi seperti bantal alami, yang menjadi faktor besar dalam menyelamatkan nyawa Vulovic.

Kisah Vulovic berawal saat dia bertugas sebagai awak maskapai penerbangan Yugoslav Airlines. Pesawatnya jatuh, diduga akibat ledakan bom, di pegunungan negara yang dulu bernama Cekoslovakia. Saat ini negara itu menjadi Ceko dan Slovakia. Ledakan diperkirakan berasal dari bom yang dimasukkan saat pesawat transit di Kopenhagen, Denmark, namun tak ada bukti kuat yang mendukung klaim ini.

Vulovic diselamatkan oleh pencari kayu bernama Bruno Honke yang mendengarnya berteriak di kegelapan malam di antara puing-puing yang berserakan.

Annettette Hertkens

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Annettette menceritakan pengalamannya saat naik pesawat. Saat itu, 13 November 1992, Annettette bersama tunangannya, Willem van der Pas atau Pasje, dan 28 penumpang serta awak kabin, bertolak dari Ho Chi Minh City, Vietnam, menuju Nha Trang, Laut Cina Selatan, dengan pesawat Vietnamese Airlines.Perasaan Annettette mulai tak enak setelah pesawat sampai di bandara. Tiba-tiba Annettette meminta Pasje untuk naik mobil saja. Namun Pasje menolak karena jaraknya menuju tujuan mereka sangat jauh. Akhirnya mereka melanjutkan naik Vietnamese Airlines dengan nomor penerbangan VN474. Annette duduk di bangku tengah tepat di pinggir lorong kabin. Baru lima menit setelah  Vietnamese Airlines lepas landas, mereka merasakan turbulensi. Masker udara keluar dari bagian atas kabin. Beberapa saat setelah itu pesawat menukik turun. Lampu mati, semua orang berteriak. Suasana kabin sangat gelap. Beberapa detik kemudian pesawat yang ditumpangi oleh Annette menabrak sesuatu.Sekitar tiga sampai empat jam setelah kecelakaan pesawat, Annettette terbangun dengan tubuh terasa sakit dan tak bisa merasakan kakinya. Dia juga melihat kondisi Pasje yang mengenaskan, dengan paru-paru yang tertusuk tulang rusuk yang patah karena sabuk pengaman. Demi menyelamatkan hidupnya, Annettette mencoba merayap mencari bantuan. Usahanya berhasil. Dia menemukan seorang pria warga lokal yang ikut dalam pencarian pesawat mereka. Saat Annette membuka mulutnya untuk berbicara dengan orang itu, dia malah pergi. Ternyata, pria itu mengira Annettette adalah hantu, dan dia ketakutan. Pria itu tak pernah melihat orang kulit putih."Mereka datang kembali. Hanya membawa kantong mayat. Mungkin mereka tidak menyangka ada yang selamat," ujar korban selamat satu-satunya itu.Tim penyelamat itu kemudian menggotong Annette menuruni gunung dengan sangat hati-hati. Setelah itu Annette dibawa ke Ho Chi Minh City dan diterbangkan ke Singapura untuk mendapatkan perawatan intensif. Keluarga dan orang terdekat Annette ada di rumah sakit itu.

Yuksel Gordu

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Korban selamat dari kecelakaan pesawat lainnya adalah Yuksel Gordu. Bahkan dia tak menyangka menjadi salah satu korban dalam kecelakaan berbahaya tersebut. Kecelakaan terjadi pada 13 Januari 2018, saat maskapai Turki, Pegasus Airline mengalami pendaratan yang tak mulus di Bandara Trabzon.Pesawat jenis Boeing 737-800 itu gagal mendarat dengan mulus. Pesawat tergelincir hingga melewati batas landasan dan berhenti di tepian Laut Hitam, beberapa meter dari garis laut. Gordu menyebut kecelakaan itu nyaris mengancam nyawanya dan ada sebuah keajaiban. "Ini merupakan keajaiban, kami selamat. Kami bisa saja terbakar, meledak, dan jatuh ke laut," katanya. Penumpang lainnya, Fatma Gordu, juga mendengar suara keras sebelum pesawat mendarat. "Kami segera membungkuk. Bagian depan pesawat jatuh dan bagian belakang berada di udara. Semua orang panik," ucapnya.

Sanam Shakya

rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sanam Shakya bersama 22 penumpang lainnya selamat dari kecelakaan pesawat maskapai Bangladesh yang jatuh di Nepal. Shakya tak menyadari bahwa pesawat yang dia tumpangi bermasalah. Shakya menyelamatkan diri dengan memanjat keluar jendela pesawat yang terbakar."Pesawat bergerak turun, ke kanan dan ke kiri, naik lalu turun, jadi saya pikir ini hanya masalah lalu lintas udara. Tapi saya baru menyadari pesawat mengalami masalah ketika pesawat mendarat secara paksa," tutur Shakya (33).Maskapai Bangladesh US Bangla-Airlines, terjatuh saat hendak mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, 12 Maret 2018. Pesawat jenis Bombardier Dash 8 400 turboprop yang berusia 17 tahun ini menghantam bagian timur landasan dan tergelincir hingga masuk ke lapangan sepakbola dekat bandara. Usai menghantam daratan, pesawat ini terbakar hebat hingga hangus. Pesawat ini mengangkut 71 orang, terdiri dari 67 penumpang dan empat awak pesawat. Sejumlah saksi mata menyebut pesawat itu menghantam daratan saat melakukan percobaan pendaratan kedua di Bandara Internasional Tribhuvan. Pesawat disebut bergetar hebat saat kehilangan ketinggian dan akhirnya menghantam daratan lalu terbakar.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP