Kisah lelaki nikahi janda saudara kembarnya akibat keganasan perang
Merdeka.com - Adnan Yassin dan kembarannya, Rashad, hidup bersama dan saling berbagi sejak lahir. Tapi mereka tidak pernah membayangkan pada suatu hari salah satu dari mereka akan menikahi istri saudaranya karena salah satu dari mereka meninggal atau tewas terbunuh.
Adnan dan Rashad Yassin lahir di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza. Saat dewasa nanti mereka berjanji akan menikah di hari yang sama. Namun karena kondisi ekonomi keluarga hanya cukup buat satu saja yang menikah, maka Rashad akhirnya yang menikah, seperti dilansir situs Global Post, Senin (9/3).
Adnan tetap melajang dan menyiapkan pernikahannya sendiri tanpa tahu apa yang akan terjadi padanya. Ketika Rashad tewas akibat serangan udara tentara Israel pada perang di Jalur Gaza tahun lalu, nasibnya berubah.
Rashad meninggalkan seorang istri dan bayi berusia satu tahun. Adnan sangat sedih kehilangan saudara kembarnya tapi di saat yang sama dia juga tidak tega meninggalkan iparnya harus hidup sendiri bersama bayinya.
Setelah mendapat keberanian dan restu dari keluarga, dia akhirnya memutuskan menikahi janda saudara kembarnya.
"Kakak saya Rashad lebih tua lima menit dari saya," kata Adnan kepada kantor berita Xinhua. "Selama 25 tahun sejak lahir kami selalu berbagi bersama dan tak terpisahkan," kata dia dia sambil tersenyum lebar. Ketika kakaknya tewas dia merasa sebagian dari dirinya ikut hilang.
Rashad selama ini keadaan ekonominya lebih baik dari Adnan jadi dia kerap membantu adiknya.
"Saya tidak tahu, mungkin kakak saya menolong karena dia merasa suatu hari dia akan pergi dan saya akan mengurus keluarganya," ujar Adnan.
"Ketika orangtua saya mendengar ide itu, mereka sangat senang karena akhirnya seorang ayah akan mengurus bayi itu dan menggantikan ayahnya yang tewas," ujar Adnan.
Pernikahan Adnan dan mantan kakak iparnya itu akhirnya dilangsungkan di kamp pengungsi Nuseirat bulan lalu.
Adnan dan dua pria lain dari kamp pengungsi yang sama juga menikahi kakak ipar mereka yang suaminya tewas akibat perang Gaza tahun lalu.
Dalam sepuluh tahun terakhir, sejak Israel menggempur Jalur Gaza, sudah makin lazim ditemukan janda dan anak-anak yatim karena kaum lelaki yang menjadi istri dan ayah mereka tewas.
Menurut data dari Biro Pusat Statistik Palestina sebanyak 6,1 persen populasi Palestina ada janda. Mereka adalah bagian dari 17 persen total perempuan di Jalur Gaza.
Dalam serangan Israel yang berlangsung 50 hari tahun lalu, sekitar 2.200 warga Palestina tewas dan 11 ribu lainnya luka. Di antara korban tewas dan luka itu adalah kaum perempuan, anak-anak dan laki-laki muda, sebagian dari mereka baru menikah.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya